Global Expose TV Kabupaten Labuhan Batu Selatan – Anggota DPRD kabupaten labuhanbatu selatan dari fraksi Hati Nurani Rajyat (Hanura)Ruslan Tambak Menkrutisi Ternyata tidak berhenti pada pergantin pj kepala desa, saat ini lagi ramai pergantian para perangkat desa (kaur, kadus, pmd dll).
Substansinya kurang kelihatan. Yang kental adalah bagi-bagi kue: Bagi-bagi posisi dan jabatan. Belum lagi tercium karena ada “anunya”.
Masyarakat di bawah sebenarnya tidak butuh pergantian-pergantian itu. Masyarakat hanya butuh penyelesaian atas permasalahan yang ada di desa.
Misalnya, pelayanan prima di kantor desa; cepat dan gratis, kalau bisa digital. Pembagian bansos yang adil dan bijaksana.
Juga, bagaimana pemerintahan desa mengatasi permasalahan yang ada; perekonomian masyarakat desa, peredaran narkoba yang merajalela, pencurian yang semakin mengkhawatirkan, dan kenakalan remaja.
Masyarakat desa juga ingin pengelolaan APBDes berjalan dengan baik. Harus dilihat mana yang menjadi prioritas, dan dijalankan secara transparan.
Saya khawatir, pengelolaan pemerintahan atas dasar “suka” dan “tidak suka” seperti ini hanya menimbulkan gesekan, gejolak dan keributan. Hanya “ganti pemain”. Adapun masyarakat kembali jadi penonton sekaligus korban.
Saran saya, kepada perangkat desa yang diberhentikan secara sepihak, dan diduga pemberhentian itu melanggar aturan, silakan mencari keadilan. Gugat keputusan pj kades itu ke PTUN.Kata Ruslan Tambak melalui Medsos nya.
Penulis : Mirwan Hasibuan
Editor : Sukadi
Sumber Berita: Anggota DPRD Mengkritisi Demokrasi Desa Berada di Titik Nadir












