Global Expose TV, Kabupaten Pandeglang – Senin (20/04/2026), sejumlah guru di SD Negeri Padaherang 2 menyampaikan keluhan terkait kewajiban penjemputan bantuan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai mengganggu jalannya proses kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Dalam beberapa hari terakhir, para guru harus menempuh jarak kurang lebih tiga kilometer setiap hari untuk mengambil bantuan MBG. Kondisi tersebut memaksa tenaga pendidik meninggalkan lingkungan sekolah di saat jam belajar masih berlangsung, sehingga berdampak langsung terhadap efektivitas pembelajaran di kelas.
Salah seorang guru yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa tugas tambahan tersebut cukup membebani. Selain menyita waktu, kegiatan penjemputan juga menguras tenaga yang seharusnya difokuskan untuk mendidik siswa.

Kami harus bolak-balik dengan jarak yang tidak dekat. Ini jelas mengganggu proses belajar mengajar. Waktu yang seharusnya digunakan untuk mengajar justru terpakai untuk mengambil bantuan,” ujarnya.
Para guru menilai mekanisme distribusi MBG saat ini belum efisien. Idealnya, program bantuan yang bertujuan meningkatkan gizi siswa tersebut tidak membebani tenaga pendidik dengan tugas di luar tanggung jawab utama mereka. Mereka berharap ada sistem distribusi yang lebih tepat, seperti pengantaran langsung ke sekolah atau melibatkan petugas khusus.
Selain berdampak pada kualitas pembelajaran, kondisi ini juga berpotensi mengurangi pengawasan terhadap siswa di sekolah saat guru meninggalkan kelas. Hal ini tentu menjadi perhatian serius, mengingat keselamatan dan proses pendidikan harus tetap menjadi prioritas utama.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak SPPG belum memberikan keterangan resmi terkait alasan guru harus mengambil langsung bantuan MBG tersebut. Ketidakjelasan ini menambah keresahan di kalangan tenaga pendidik yang berharap adanya solusi konkret dari pihak terkait.
Para guru mendesak pemerintah daerah maupun instansi terkait untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi MBG. Mereka menegaskan bahwa tujuan program untuk meningkatkan gizi siswa sangat baik, namun pelaksanaannya harus mempertimbangkan efektivitas dan tidak mengorbankan proses pendidikan.
Dengan adanya perhatian dan langkah cepat dari pihak berwenang, diharapkan program MBG dapat berjalan lebih optimal, tepat sasaran, dan tetap sejalan dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan di sekolah.
Penulis : Oman
Editor : Iwan Gejes
Sumber Berita: Pandeglang Banten












