Guru SDN Padaherang 2 Keluhkan Penjemputan MBG, Aktivitas Belajar Mengajar Terganggu

Senin, 20 April 2026 - 13:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expose TV, Kabupaten Pandeglang – Senin (20/04/2026), sejumlah guru di SD Negeri Padaherang 2 menyampaikan keluhan terkait kewajiban penjemputan bantuan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai mengganggu jalannya proses kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Dalam beberapa hari terakhir, para guru harus menempuh jarak kurang lebih tiga kilometer setiap hari untuk mengambil bantuan MBG. Kondisi tersebut memaksa tenaga pendidik meninggalkan lingkungan sekolah di saat jam belajar masih berlangsung, sehingga berdampak langsung terhadap efektivitas pembelajaran di kelas.

‎Salah seorang guru yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa tugas tambahan tersebut cukup membebani. Selain menyita waktu, kegiatan penjemputan juga menguras tenaga yang seharusnya difokuskan untuk mendidik siswa.

Kami harus bolak-balik dengan jarak yang tidak dekat. Ini jelas mengganggu proses belajar mengajar. Waktu yang seharusnya digunakan untuk mengajar justru terpakai untuk mengambil bantuan,” ujarnya.

‎Para guru menilai mekanisme distribusi MBG saat ini belum efisien. Idealnya, program bantuan yang bertujuan meningkatkan gizi siswa tersebut tidak membebani tenaga pendidik dengan tugas di luar tanggung jawab utama mereka. Mereka berharap ada sistem distribusi yang lebih tepat, seperti pengantaran langsung ke sekolah atau melibatkan petugas khusus.

Selain berdampak pada kualitas pembelajaran, kondisi ini juga berpotensi mengurangi pengawasan terhadap siswa di sekolah saat guru meninggalkan kelas. Hal ini tentu menjadi perhatian serius, mengingat keselamatan dan proses pendidikan harus tetap menjadi prioritas utama.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak SPPG belum memberikan keterangan resmi terkait alasan guru harus mengambil langsung bantuan MBG tersebut. Ketidakjelasan ini menambah keresahan di kalangan tenaga pendidik yang berharap adanya solusi konkret dari pihak terkait.

Para guru mendesak pemerintah daerah maupun instansi terkait untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi MBG. Mereka menegaskan bahwa tujuan program untuk meningkatkan gizi siswa sangat baik, namun pelaksanaannya harus mempertimbangkan efektivitas dan tidak mengorbankan proses pendidikan.

Dengan adanya perhatian dan langkah cepat dari pihak berwenang, diharapkan program MBG dapat berjalan lebih optimal, tepat sasaran, dan tetap sejalan dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan di sekolah.

Facebook Comments Box

Penulis : Oman

Editor : Iwan Gejes

Sumber Berita: Pandeglang Banten

Berita Terkait

GMNI Cilegon Mengecam Tindakan dugaan Kekerasan terhadap kader GMNI Pandeglang dan Siap Membersamai Gerakan Solidaritas
Anggota DPRD Pandeglang Eriyanto S.Si., M.M. Ucapkan Dirgahayu TNI ke-81, 5 Oktober 2026
GMNI Pandeglang Murka, Anggota Diduga Dipukul Aparat Saat Aksi HUT Banten: Siap Geruduk Polda Banten
P3B Soroti Dugaan Fee 20–25 Persen dan Pengkondisian Rekanan dalam Program Revitalisasi SMA/SMK
Monev Banprov Desa Ciodeng tim kecamatan cek fisik pembangunan paving block
Proyek Huntap di Kecamatan Sumur Disorot, Pelaksana Akui Pondasi Tanpa Hamparan Pasir
Rakorwil Gema Bangsa Banten, Ahmad Rofiq Dorong Politik Berbasis Daerah dan Kemandirian Bangsa
Rakorwil Gema Bangsa Banten Tetapkan Ahmad Yani, Dorong Desentralisasi Politik dan Kemandirian Kader
Berita ini 67 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:04 WIB

GMNI Cilegon Mengecam Tindakan dugaan Kekerasan terhadap kader GMNI Pandeglang dan Siap Membersamai Gerakan Solidaritas

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Anggota DPRD Pandeglang Eriyanto S.Si., M.M. Ucapkan Dirgahayu TNI ke-81, 5 Oktober 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:52 WIB

GMNI Pandeglang Murka, Anggota Diduga Dipukul Aparat Saat Aksi HUT Banten: Siap Geruduk Polda Banten

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:03 WIB

P3B Soroti Dugaan Fee 20–25 Persen dan Pengkondisian Rekanan dalam Program Revitalisasi SMA/SMK

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:18 WIB

Monev Banprov Desa Ciodeng tim kecamatan cek fisik pembangunan paving block

Berita Terbaru