Global Expose TV Kabupaten Pandeglang, Banten – Menanggapi pemberitaan lanjutan terkait dugaan reaksi alergi obat pada seorang pasien, pihak bidan kembali menyampaikan hak jawab secara tegas dan terbuka. Klarifikasi ini disampaikan guna meluruskan informasi yang dinilai belum sepenuhnya berimbang.
Dalam keterangannya kepada awak media, pihak bidan menegaskan bahwa kondisi pasien hingga saat ini masih berstatus dugaan (suspek) dan belum dapat dipastikan sebagai reaksi alergi obat. Untuk memastikan kebenaran secara medis, bidan menyarankan agar pasien menjalani pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang memiliki fasilitas pemeriksaan lebih lengkap dan komprehensif.
Silakan dibuktikan melalui pemeriksaan medis di rumah sakit rujukan. Jika dugaan tersebut tidak terbukti, kami siap menempuh langkah hukum,” tegas pihak bidan.
Lebih lanjut dijelaskan, berdasarkan informasi awal yang diterima, pasien diduga telah mengalami gejala berupa bintik-bintik sebelum mendapatkan penanganan lanjutan. Hal ini menjadi dasar bahwa kondisi tersebut belum tentu disebabkan oleh obat yang diberikan.
Pihak bidan juga menekankan pentingnya alur konsultasi medis yang tepat. Apabila muncul reaksi lanjutan setelah tindakan, seharusnya pasien atau keluarga kembali berkonsultasi dengan tenaga kesehatan yang pertama menangani guna memastikan riwayat medis secara utuh dan menghindari kesimpangsiuran informasi.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral, pihak bidan menyatakan telah menunjukkan itikad baik dengan menjenguk pasien di rumah sakit. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk empati sekaligus kepedulian terhadap kondisi pasien.
Di sisi lain, pihak bidan menyayangkan munculnya pemberitaan susulan dari salah satu media yang dinilai sepihak dan tidak melalui proses konfirmasi terlebih dahulu. Menurutnya, hal tersebut tidak sejalan dengan prinsip jurnalistik yang mengedepankan keberimbangan, verifikasi, dan klarifikasi dari semua pihak.
Pihak bidan menegaskan bahwa sebelumnya persoalan ini telah melalui proses konfirmasi dan klarifikasi, sehingga diharapkan tidak lagi berkembang menjadi informasi yang menyesatkan publik.
Masyarakat pun diimbau untuk tetap bijak dalam menyikapi informasi yang beredar serta tidak terburu-buru dalam menarik kesimpulan sebelum adanya hasil pemeriksaan medis yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan.
Transparansi, akurasi, serta pemberitaan yang berimbang dinilai menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik terhadap pelayanan kesehatan dan dunia jurnalistik.
Penulis : Iwan Gejes
Editor : Iwan Gejes
Sumber Berita: Pandeglang Banten












