Martin Manurung Bersama OJK Gelar Reses di Labuhanbatu, Masyarakat Diingatkan Waspadai Pinjol Ilegal dan Investasi Bodong

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expose TV Kabupaten Labuhanbatu, Sumatrra Utara — Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Martin Manurung, bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar kegiatan reses dan sosialisasi edukasi jasa keuangan di Ball Room Suzuya Hotel, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, Senin (19/10/2026).

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Edukasi kepada Masyarakat terkait Jasa Keuangan: Waspadai Jebakan Pinjaman Online Ilegal dan Investasi Bodong.” Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai layanan keuangan yang legal, pengelolaan keuangan yang bijak, serta risiko pinjaman online ilegal dan investasi yang berpotensi merugikan.

Sejumlah pihak hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Martin Manurung, perwakilan OJK Sumatera Utara Triyoga Laksito, Asisten Direktur OJK Sumatera Utara Reza Leonhard Osenta Mayda, Ketua DPD Partai NasDem Labuhanbatu Darwis Damanik, sejumlah anggota DPRD Labuhanbatu dari Partai NasDem, Koordinator Tenaga Ahli Fraksi NasDem DPR RI Dr. Eriko Silaban, serta Koordinator Kabupaten Martin Manurung Center (MMC) Labuhanbatu, Tumorang Turnip.

Dalam sambutannya, Martin Manurung mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika menerima tawaran pinjaman online (pinjol), khususnya dari penyedia yang tidak memiliki izin resmi.

Menurut Martin, masyarakat perlu memahami karakteristik pinjaman online ilegal agar tidak terjebak dalam praktik yang berpotensi menimbulkan kerugian finansial maupun penyalahgunaan data pribadi.

“Jangan mudah tergiur dengan tawaran pinjaman yang menjanjikan pencairan dana secara cepat dengan persyaratan yang terlalu mudah. Masyarakat harus memastikan legalitas penyedia layanan sebelum mengajukan pinjaman,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Martin menjelaskan, sejumlah ciri yang patut diwaspadai antara lain penawaran melalui SMS atau WhatsApp tanpa diminta, persyaratan yang tidak wajar, permintaan akses berlebihan terhadap data pribadi di telepon seluler, serta bunga dan biaya yang tidak transparan.

Selain itu, masyarakat juga diminta berhati-hati terhadap praktik penagihan yang menggunakan ancaman, intimidasi, pelecehan, atau penyebaran data pribadi.

Untuk menghindari risiko tersebut, masyarakat dianjurkan memeriksa status perizinan penyedia jasa keuangan melalui kanal resmi OJK. Masyarakat juga diimbau tidak sembarangan mengeklik tautan dari pesan yang mencurigakan maupun memberikan foto KTP, swafoto, dan akses kontak kepada aplikasi yang tidak jelas legalitasnya.

Dalam materi sosialisasi, masyarakat turut diarahkan memanfaatkan layanan Kontak OJK 157 dan kanal pengaduan resmi OJK untuk memperoleh informasi atau melaporkan dugaan pelanggaran sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, perwakilan OJK Sumatera Utara, Triyoga Laksito, menyampaikan pentingnya literasi keuangan agar masyarakat mampu mengambil keputusan finansial secara tepat, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan.

Literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memahami produk perbankan, tetapi juga mencakup keterampilan mengelola pendapatan, mengatur pengeluaran, menyiapkan tabungan, membangun dana darurat, serta memahami risiko utang dan investasi.

Menurutnya, pemahaman tersebut diperlukan agar masyarakat dapat membedakan kebutuhan dan keinginan, menghindari utang konsumtif yang berlebihan, serta mempersiapkan kondisi keuangan untuk kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang.

Selain literasi keuangan, inklusi keuangan juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Inklusi keuangan berkaitan dengan ketersediaan akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan formal yang sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan masyarakat.

Dengan akses yang memadai dan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan layanan keuangan secara bertanggung jawab sekaligus terhindar dari tawaran produk yang tidak jelas legalitasnya.

Asisten Direktur OJK Sumatera Utara, Reza Leonhard Osenta Mayda, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa inklusi keuangan berkaitan dengan akses masyarakat terhadap lembaga, produk, dan layanan jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka.

Ia menerangkan, layanan keuangan yang baik perlu memperhatikan keterjangkauan biaya, kualitas layanan, serta efektivitas dan efisiensi. Cakupannya antara lain tabungan, kredit, asuransi, investasi, pembayaran digital, dan dana pensiun.

Menurut Reza, akses keuangan yang semakin luas diharapkan dapat mendukung pemerataan ekonomi, meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan, serta membantu mereka menghadapi risiko keuangan yang tidak terduga.

Reza juga menjelaskan bahwa OJK memiliki tugas mengatur dan mengawasi kegiatan di sektor jasa keuangan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Pengawasan tersebut mencakup berbagai bidang, termasuk perbankan, pasar modal, perasuransian, lembaga pembiayaan, dana pensiun, serta pelindungan konsumen jasa keuangan.

Dalam sesi edukasi investasi, masyarakat diingatkan agar tidak mengambil keputusan hanya karena mengikuti tren atau tergiur janji keuntungan besar dalam waktu singkat.

Calon investor dianjurkan terlebih dahulu memahami produk yang akan dipilih, memeriksa legalitas penyedia layanan, serta mempelajari biaya dan risiko yang mungkin timbul.

Pengelolaan keuangan yang sehat juga dapat dimulai dengan menyiapkan dana darurat, menentukan tujuan investasi, menyesuaikan instrumen dengan profil risiko, serta tidak menggunakan uang kebutuhan pokok atau dana pinjaman untuk mengejar keuntungan investasi.

Diversifikasi atau pembagian dana ke sejumlah instrumen juga dapat dipertimbangkan sesuai kondisi keuangan dan tingkat toleransi risiko masing-masing. Namun, diversifikasi tidak menghilangkan seluruh risiko kerugian.

Reza menekankan pentingnya sikap kritis dalam menyikapi tawaran investasi, terutama apabila disertai janji keuntungan tetap yang tidak masuk akal atau ajakan menyetorkan dana tanpa penjelasan mengenai risiko dan legalitasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Koordinator Kabupaten Martin Manurung Center Labuhanbatu, Tumorang Turnip, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ia berharap kehadiran Martin Manurung bersama OJK dapat menambah pengetahuan masyarakat Labuhanbatu mengenai layanan keuangan, khususnya dalam mengenali risiko pinjaman online ilegal dan investasi bodong.

Menurut Tumorang, edukasi semacam ini penting agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menentukan pilihan keuangan dan tidak mudah terpengaruh oleh penawaran yang belum diketahui kebenarannya.

Melalui kegiatan reses dan sosialisasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya memeriksa legalitas produk jasa keuangan, menjaga kerahasiaan data pribadi, serta mengambil keputusan finansial berdasarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Facebook Comments Box

Penulis : Redaksi

Editor : Sukadi

Sumber Berita: Martin Manurung Bersama OJK Gelar Reses di Labuhanbatu, Masyarakat Diingatkan Waspadai Pinjol Ilegal dan Investasi Bodong

Berita Terkait

Karo Bukan Sarang Jiud..!!!! LSM KCBI Desak Aparat Bertindak Penanganan Judi Tembak Ikan Desa Di Berastagi Disorot 
HUT ke-81 Labuhanbatu, GP Al-Washliyah Dorong Kolaborasi Pemkab dan Masyarakat Percepat Pembangunan
PCNU Labusel Salurkan Bantuan Sembako untuk Duafa, Fakir Miskin, Anak Yatim, dan Guru Ngaji di Torgamba
Kapolres Labusel Pimpin Sertijab Dua Kapolsek, Tekankan Profesionalisme dan Pelayanan kepada Masyarakat
Lurah Bakaran Batu Rantau Selatan Himbau Kepada Warganya Memasang Umbul Umbul HUT Ke 81 Pemkab Labuhanbatu 
Tujuh Paket Diduga Sabu Disita Polsek Bilah Hilir Amankan Pria 37 Tahun 
Anggaran Jalan Sisingamangaraja Rp7,9 Miliar Disorot Tajam, DPP LSM SEPRAKYAT Desak PUPR Buka RAB dan Volume Pekerjaan
HUT ke-81 TNI, Polsek Jajaran Polres Labusel Sambangi Koramil 11 Kotapinang dan Subdenpom, Perkuat Sinergitas TNI-Polri
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Martin Manurung Bersama OJK Gelar Reses di Labuhanbatu, Masyarakat Diingatkan Waspadai Pinjol Ilegal dan Investasi Bodong

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Karo Bukan Sarang Jiud..!!!! LSM KCBI Desak Aparat Bertindak Penanganan Judi Tembak Ikan Desa Di Berastagi Disorot 

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:08 WIB

HUT ke-81 Labuhanbatu, GP Al-Washliyah Dorong Kolaborasi Pemkab dan Masyarakat Percepat Pembangunan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:07 WIB

PCNU Labusel Salurkan Bantuan Sembako untuk Duafa, Fakir Miskin, Anak Yatim, dan Guru Ngaji di Torgamba

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:46 WIB

Kapolres Labusel Pimpin Sertijab Dua Kapolsek, Tekankan Profesionalisme dan Pelayanan kepada Masyarakat

Berita Terbaru