Global Expose TV – Kabupaten Pandeglang, Banten.Jebolnya plang air irigasi di Bendungan Cilimber memicu kekhawatiran besar di kalangan petani Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Kerusakan pada pintu pengatur air tersebut menyebabkan distribusi air menuju area persawahan terganggu dan mengancam ribuan hektare lahan pertanian mengalami kekeringan hingga gagal panen.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius masyarakat karena saluran irigasi Cilimber selama ini menjadi sumber utama pengairan bagi sawah-sawah warga di dua kabupaten tersebut. Jika kerusakan tidak segera ditangani, dampaknya diperkirakan akan semakin luas dan berpotensi mengganggu produksi pangan masyarakat pada musim tanam tahun ini.
Berdasarkan informasi dari warga setempat, kerusakan plang air menyebabkan aliran air tidak lagi terkontrol dengan baik. Saat debit air tinggi, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan luapan air ke area tertentu. Sebaliknya, ketika musim kemarau tiba, pasokan air ke saluran irigasi dikhawatirkan tidak mencukupi kebutuhan lahan pertanian.
Masyarakat dan para petani pun mengeluhkan lambatnya penanganan dari pihak terkait. Mereka berharap Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Sumber Daya Air serta UPTD DAS Ciliman-Cibungur segera turun tangan melakukan perbaikan darurat agar distribusi air kembali normal.
Menurut warga, keberadaan plang air irigasi sangat vital karena berfungsi mengatur debit dan arah aliran air menuju area persawahan di wilayah Lebak dan Pandeglang. Kerusakan pada infrastruktur tersebut dinilai dapat berdampak langsung terhadap kehidupan ekonomi masyarakat yang mayoritas menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian.
Salah seorang petani setempat mengatakan, kondisi tersebut membuat para petani merasa cemas karena sawah mereka sangat membutuhkan pasokan air yang stabil agar tanaman padi dapat tumbuh dengan baik.
“Kami sangat berharap pemerintah segera memperbaiki pintu air ini. Sawah kami sangat membutuhkan pasokan air. Kalau terus dibiarkan, apalagi nanti musim kemarau, petani bisa gagal panen,” ujarnya kepada awak media.
Selain ancaman kekeringan, petani juga khawatir kerusakan plang air dapat memicu genangan atau kebanjiran di area pertanian tertentu akibat aliran air yang tidak terkendali. Situasi tersebut membuat para petani berada dalam kondisi serba tidak pasti.
Kondisi ini juga menjadi perhatian masyarakat luas karena sektor pertanian merupakan sumber penghidupan utama warga di sekitar daerah aliran irigasi Cilimber. Para petani meminta pemerintah lebih serius memperhatikan infrastruktur pertanian demi menjaga ketahanan pangan daerah serta stabilitas ekonomi masyarakat desa.
Menurut salah seorang warga, lambatnya respons dari pihak terkait turut menjadi keluhan masyarakat. Warga menilai UPTD DAS yang berkantor di Desa Ciherang belum maksimal dalam menyikapi laporan dan keluhan masyarakat mengenai kerusakan plang air tersebut.
“Masyarakat sudah mengeluh sejak lama, tapi sampai sekarang belum ada penanganan yang jelas. Kami berharap ada tindakan cepat sebelum kerusakan semakin parah,” ungkap seorang warga.
Hingga saat ini, masyarakat masih menunggu langkah konkret dari instansi berwenang untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas terhadap hasil pertanian di wilayah Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang.
Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan permanen agar distribusi air kembali normal dan ribuan hektare sawah yang menjadi sumber kehidupan petani tidak mengalami kerusakan maupun gagal panen massal.
Penulis : Iwan Gejes/Red
Editor : Iwan Gejes
Sumber Berita: Plang Air Irigasi Cilimber Jebol, Ribuan Hektare Sawah di Lebak dan Pandeglang Terancam Kekeringan












