Global Expose TV Kabupaten Tangerang – Sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di lingkungan perumahan Kabupaten Tangerang menuai sorotan. Lembaga Swadaya Masyarakat Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (KCBI) menduga, sebagian proyek yang dikelola Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pemakaman tidak tepat sasaran dan minim verifikasi lapangan.
Tim investigasi KCBI menemukan adanya kejanggalan dalam perbaikan jalan lingkungan di beberapa kawasan permukiman. Salah satunya di Perumahan Graha Lestari, Kecamatan Panongan. Jalan lingkungan RT 05/RW 08 yang masih dalam kondisi baik, sebelumnya sudah dicor beton, justru kembali diperbaiki dengan aspal hotmix tipis.

“Ini menimbulkan tanda tanya besar. Jalan yang masih sangat bagus justru diperbaiki lagi, padahal masih banyak jalan lain yang kondisinya rusak parah dan membutuhkan perbaikan,” kata Irwandi Gultom, Ketua LSM KCBI Banten, saat ditemui di lokasi, Jumat pekan lalu.
Kondisi serupa juga terlihat di RW 10 Graha Pesona. Jalan yang menurut warga masih layak, kembali dihotmix tanpa alasan jelas. Irwandi menilai, proyek ini lebih menguntungkan pihak kontraktor. “Mereka tidak perlu kerja berat, hanya langsung menggelar hotmix. Ini jelas membuka peluang keuntungan besar,” ujarnya.
Ironisnya, jalan utama menuju Graha Lestari dan Graha Pesona justru rusak parah. Lubang menganga dan permukaan bergelombang berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua. Pada musim hujan, genangan air kerap muncul di ruas tersebut.
KCBI menduga, penentuan lokasi proyek tidak melalui survei mendalam dan perencanaan matang. Irwandi bahkan menyebut adanya kemungkinan keterlibatan “mafia proyek” yang mengatur jalannya kegiatan, termasuk penunjukan kontraktor pelaksana.
“Lokasi proyek lebih dipengaruhi oleh aspirasi politik dan janji kampanye, bukan berdasarkan kebutuhan riil di lapangan. Ini hanya untuk memenuhi kuota pembangunan di setiap kecamatan,” ujar Irwandi.
Hingga berita ini diturunkan, pejabat terkait di Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pemakaman Kabupaten Tangerang belum memberikan tanggapan meski dihubungi melalui sambungan telepon. Irwandi menyayangkan sikap tertutup tersebut. “Mereka digaji dari uang rakyat. Harusnya terbuka terhadap pertanyaan publik, apalagi soal anggaran,” katanya.
LSM KCBI berencana melayangkan surat resmi kepada Inspektorat Kabupaten Tangerang untuk meminta audit menyeluruh. Irwandi menegaskan, temuan ini bukan hanya merugikan masyarakat, tetapi juga mencoreng tata kelola pemerintahan.
“Kami menduga proyek sengaja diarahkan kepada oknum tertentu yang sudah ditunjuk sebelumnya. Bahkan ada informasi, pelaksana di lapangan merupakan orang dalam dinas itu sendiri. Ini patut diselidiki lebih dalam,” tutur Irwandi.
Penulis : Agus Marpaung
Editor : Sukadi
Sumber Berita: Proyek Jalan Perumahan di Tangerang Dipertanyakan, LSM KCBI Duga Tak Tepat Sasaran












