Proyek Pamsimas Rp419 Juta di Desa Cikiruh Terancam Mangkrak, Kendala Koordinasi dan Sumber Air Jadi Sorotan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBAL EXPOSE TV – KABUPATEN PANDEGLANG, BANTEN – Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Desa Cikiruh, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang, Banten, dengan nilai anggaran sebesar Rp419 juta, dikabarkan terancam mangkrak. Proyek yang diharapkan mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih tersebut hingga kini belum menunjukkan progres yang optimal.
‎
‎Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaksanaan proyek diduga mengalami sejumlah kendala, di antaranya kurangnya koordinasi antara pihak pelaksana dengan Pemerintah Desa Cikiruh. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang menghambat pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
‎
‎Selain persoalan koordinasi, proyek juga menghadapi kendala teknis berupa sulitnya mendapatkan sumber air yang memadai. Beberapa titik pengeboran telah dilakukan, namun debit air yang dihasilkan dinilai belum mencukupi untuk mendukung operasional program Pamsimas sesuai perencanaan.
‎
‎Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP-KPK). Ismail, selaku perwakilan LP-KPK, berharap seluruh pihak terkait segera mencari solusi agar proyek tidak berhenti di tengah jalan dan anggaran yang telah dialokasikan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
‎
‎”Kami berharap proyek ini bisa segera diselesaikan dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Dengan anggaran sebesar Rp419 juta, tentu kami berharap kendala yang ada dapat segera diatasi melalui koordinasi yang baik antara seluruh pihak,” ujar Ismail.
‎
‎Masyarakat juga berharap kontraktor pelaksana bersama pemerintah desa dan instansi terkait dapat memperkuat koordinasi guna menyelesaikan berbagai kendala yang dihadapi, sehingga program penyediaan air bersih tersebut dapat direalisasikan sesuai target.
‎
‎Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan proyek maupun langkah yang akan ditempuh untuk mengatasi kendala tersebut. Global Expose TV masih berupaya melakukan konfirmasi kepada seluruh pihak terkait guna menjaga keberimbangan informasi sesuai kaidah jurnalistik.
‎

Facebook Comments Box

Penulis : Iwan Gejes

Editor : Iwan Gejes

Sumber Berita: Pandeglang Banten

Berita Terkait

GMNI Cilegon Mengecam Tindakan dugaan Kekerasan terhadap kader GMNI Pandeglang dan Siap Membersamai Gerakan Solidaritas
Anggota DPRD Pandeglang Eriyanto S.Si., M.M. Ucapkan Dirgahayu TNI ke-81, 5 Oktober 2026
GMNI Pandeglang Murka, Anggota Diduga Dipukul Aparat Saat Aksi HUT Banten: Siap Geruduk Polda Banten
P3B Soroti Dugaan Fee 20–25 Persen dan Pengkondisian Rekanan dalam Program Revitalisasi SMA/SMK
Monev Banprov Desa Ciodeng tim kecamatan cek fisik pembangunan paving block
Proyek Huntap di Kecamatan Sumur Disorot, Pelaksana Akui Pondasi Tanpa Hamparan Pasir
Rakorwil Gema Bangsa Banten, Ahmad Rofiq Dorong Politik Berbasis Daerah dan Kemandirian Bangsa
Rakorwil Gema Bangsa Banten Tetapkan Ahmad Yani, Dorong Desentralisasi Politik dan Kemandirian Kader
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:04 WIB

GMNI Cilegon Mengecam Tindakan dugaan Kekerasan terhadap kader GMNI Pandeglang dan Siap Membersamai Gerakan Solidaritas

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Anggota DPRD Pandeglang Eriyanto S.Si., M.M. Ucapkan Dirgahayu TNI ke-81, 5 Oktober 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:52 WIB

GMNI Pandeglang Murka, Anggota Diduga Dipukul Aparat Saat Aksi HUT Banten: Siap Geruduk Polda Banten

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:03 WIB

P3B Soroti Dugaan Fee 20–25 Persen dan Pengkondisian Rekanan dalam Program Revitalisasi SMA/SMK

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:18 WIB

Monev Banprov Desa Ciodeng tim kecamatan cek fisik pembangunan paving block

Berita Terbaru