Global Expose TV Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara –
Kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 22 Bunut di Desa Sei Siarti, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatra Utara, memantik keprihatinan publik. Bangunan sekolah yang semestinya menjadi tempat menimba ilmu bagi ratusan anak justru tampak memprihatinkan: atap bocor, jendela pecah, hingga mobiler rusak parah.
Permintaan pun meluncur keras—baik kepada Bupati Labuhanbatu, dr. Maya Hasmita Sp.Og MKM, maupun anggota DPRD Labuhanbatu—agar segera melakukan cross-check dan evaluasi terhadap kinerja Kepala SDN 22 Bunut yang diduga abai terhadap kondisi fisik sekolah.
Saat tim Global Expose TV Labuhanbatu melakukan peninjauan ke lokasi pada Sabtu, 25 Oktober 2025 pukul 09.00 WIB, suasana mengenaskan tampak di depan mata. Hampir seluruh bangunan terlihat tidak layak: atap berlubang, kaca jendela pecah, sementara meja dan bangku reyot nyaris tak mampu menopang kegiatan belajar-mengajar.
Seorang guru yang enggan menyebutkan nama, dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, menggambarkan situasi memilukan itu.
“Beginilah Pak hidup kami mendidik di sekolah ini. Kalau musim hujan, anak-anak terpaksa mencari kelas yang tidak bocor. Satu meja dipakai lima sampai enam siswa. Bangku pun rusak, satu bangku dipakai dua orang. Kaca pecah, kalau angin besar kami ikut merasakan bersama siswa-siswi kami,” ungkapnya sembari menitikkan air mata.
Guru tersebut menyebutkan bahwa jumlah siswa di sekolah itu mencapai lebih dari 100 orang, dari kelas 1 hingga kelas 6. Kondisi bangunan yang rapuh dan mobiler yang tidak layak membuat kegiatan belajar mengajar berjalan jauh dari kata ideal.
Ia berharap DPRD Labuhanbatu dan Bupati Dr. Maya Hasmita segera turun tangan menyelamatkan masa depan generasi muda di wilayah itu.
“Kami mohon tangan dingin Ibu Bupati dan para anggota dewan. Tolong bangunkan sekolah kami. Agar Labuhanbatu benar-benar bersih, bersinar, dan anak-anak kami bisa menjadi pintar dan cerdas,” ujarnya penuh harap.
Kondisi mengenaskan SDN 22 Bunut ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan di Labuhanbatu. Publik menunggu tindakan nyata dari pemerintah daerah untuk menghentikan pembiaran yang berpotensi mengorbankan keselamatan dan masa depan anak-anak.
Penulis : Daud Rinaldy Rangkuty
Editor : Sukadi
Sumber Berita : “SDN 22 Bunut Nyaris Ambruk: Bupati Maya Hasmita Diminta Turun Tangan, Guru Menangis Cerita Kondisi Miris Sekolah”






