Global Expose TV Kabupaten Pandeglang Banten. Kondisi sarana dan prasarana di SDN Perdana 2, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, menjadi sorotan publik setelah ditemukan sejumlah fasilitas sekolah yang dinilai memerlukan perhatian serius. Beberapa bagian bangunan terlihat mengalami kerusakan ringan hingga sedang, seperti pintu berbahan triplek yang jebol, cat dinding yang kusam, serta pagar sekolah yang tampak lapuk akibat usia dan kurangnya perawatan.

Temuan tersebut menjadi perhatian awak media saat melakukan pemantauan langsung ke lokasi. Sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial, media menilai kondisi fisik sekolah perlu mendapat perhatian dari pihak terkait, terutama dalam kaitannya dengan pemanfaatan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Reguler yang salah satu komponennya dapat digunakan untuk pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah.

Berdasarkan ketentuan yang tertuang dalam Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana BOSP Reguler, sekolah diperbolehkan mengalokasikan anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana hingga maksimal 20 persen dari total pagu dana yang diterima dalam satu tahun anggaran. Alokasi tersebut diperuntukkan bagi pemeliharaan bangunan sekolah, rehabilitasi ringan, pengecatan, perbaikan fasilitas belajar, hingga perawatan lingkungan sekolah.

Namun demikian, kondisi yang terlihat di SDN Perdana 2 memunculkan berbagai pertanyaan dari masyarakat terkait sejauh mana realisasi program pemeliharaan tersebut telah dilaksanakan. Pasalnya, sejumlah bagian bangunan yang mengalami kerusakan dan cat yang memudar dinilai menunjukkan perlunya perawatan berkala agar lingkungan sekolah tetap nyaman dan layak digunakan oleh peserta didik.

Kami melihat langsung kondisi sekolah. Beberapa pintu terlihat rusak, cat bangunan kusam, dan pagar sekolah juga tampak lapuk. Hal ini tentu menjadi perhatian karena pemeliharaan sarana sekolah merupakan bagian penting dalam menunjang kegiatan belajar mengajar,” ujar salah seorang awak media yang melakukan pemantauan.
Masyarakat berharap pihak sekolah dapat memberikan penjelasan secara terbuka terkait program pemeliharaan yang telah dilakukan selama tahun anggaran 2025 hingga 2026. Transparansi penggunaan anggaran dinilai penting untuk menghindari berbagai asumsi dan dugaan yang berkembang di tengah masyarakat.
Selain itu, kondisi sarana pendidikan yang baik merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Oleh karena itu, pemeliharaan rutin terhadap fasilitas sekolah menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak SDN Perdana 2 belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi sarana prasarana yang menjadi sorotan tersebut. Media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada kepala sekolah dan pihak terkait guna memperoleh penjelasan yang berimbang sesuai kaidah jurnalistik.
Masyarakat berharap instansi terkait, termasuk pengawas pendidikan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang, dapat melakukan monitoring serta evaluasi terhadap kondisi sarana prasarana sekolah agar proses pendidikan dapat berjalan dengan optimal dan sesuai harapan bersama.
Penulis : Iwan Gejes/Red
Editor : Iwan Gejes
Sumber Berita: Pandeglang Banten












