Global Expose TV Kabupaten Probolinggo – 5 Oktober 2025. Proyek perbaikan gedung SDN Kaliacar 2, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, menuai keluhan dan sorotan dari berbagai pihak termasuk pihak sekolah maupun wali murid. Pekerjaan yang dikerjakan oleh CV Adinda Yuhasa dengan masa kontrak 74 hari sejak 4 Agustus 2025 dan nilai Rp334 juta itu di duga tidak memuaskan.
Saat diklarifikasi Awak media terkait progress renovasi Kepala Sekolah Evi Susanti secara terbuka menyampaikan sejumlah persoalan di lapangan. Berdasar keluhan dari para wali murid dan penilaiannya, pengerjaan tidak maksimal dan bahkan berpotensi menimbulkan masalah baru. Ia juga mengaku tidak pernah menerima salinan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sehingga sekolah kesulitan melakukan pengawasan.
“Kamar mandi kami atap asbesnya sempat kejatuhan material bangunan. Itu sangat mengkhawatirkan tidak diperbaiki karena saya duga tidak masuk RAB, karena nanti kamar mandi tetap akan dipakai. Jika benar begitu, sekolah harus keluar biaya sendiri,” ujar Evi.
Keluhan juga muncul pada wastafel di depan kelas yang sudah dibangun, namun dibongkar kembali karena diduga tidak sesuai desain dan hingga kini belum diperbaiki.
Selain itu, selokan yang dijanjikan akan dikerjakan juga belum terealisasi, padahal menjadi bagian penting untuk mengatasi genangan air di halaman depan kelas yang kerap banjir saat hujan.
“Dulu saat mediasi awal, saya sudah sampaikan soal halaman depan yang selalu banjir informasi ini masukan dari para wali murid. Pihak pelaksana janji akan dibuatkan selokan, tapi sampai sekarang belum ada perbaikan. Material di lokasipun sudah habis, kami khawatir proyeknya tidak dilanjutkan,” tambahnya.
Evi juga mengaku bingung harus mengeluh ke siapa karena tidak kenal bagian pelaksananya.
“Awalnya saya kenal Pak Thoriq. Tapi setelah ada pergantian galvalum karena tidak sesuai RAB, orangnya tidak pernah muncul lagi. Sekarang berganti orang lain. Jadi kalau mau mengadu pun saya tidak tahu harus ke siapa,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan, pernah kejadian material bangunan yang digunakan diduga tidak sesuai spesifikasi, seperti galvalum atap yang dia pakai campuran yang kualitasnya di bawah standar. Hal ini juga menjadi sorotan para wali murid yang menilai hasil renovasi tidak sebanding dengan nilai anggaran.
Seorang wali murid yang enggan disebut namanya menyatakan,
“Nilainya tertulis Rp334 juta, tapi hasilnya tidak sepadan. Dengan dana sebesar itu, seharusnya banyak yang bisa dikerjakan dan hasilnya bisa jauh lebih baik.”
Evi menambahkan, pihak sekolah telah mendokumentasikan seluruh temuan di lapangan, termasuk bagian bangunan yang rusak, retak, maupun belum diperbaiki. Menurutnya, perbaikan dinding retak hanya dilakukan dengan paku dan semen biasa, yang dikhawatirkan tidak akan bertahan lama.
“Saya tidak ingin salah langkah. Semua sudah saya dokumentasikan. Saya berharap dinas segera turun untuk memastikan semua sesuai RAB dan standar mutu,” tegasnya.
Proyek perbaikan gedung sekolah yang menggunakan dana APBD seharusnya dikerjakan secara transparan, profesional, dan sesuai spesifikasi teknis. Keluhan dari pihak sekolah ini menjadi sinyal kuat bagi dinas terkait untuk segera melakukan evaluasi sebelum masa kontrak berakhir.
Penulis : Abdul Hadi
Editor : Sukadi
Sumber Berita: VIRAL !!! Proyek Yang di duga Asal asalan Perbaikan Gedung SDN Kaliacar 2 Kecamatan Gading Kab.Probolinggo Jawa Timur.












