“Warga Menilai Camat Banjarsari dan DPMPD kab lebak lamban sikapi kemelut didesa Kerta ,Apa menunggu kerusuhan “

Senin, 3 Februari 2025 - 05:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expose TV Kabupaten Lebak Banten – Pada 2 Februari 2025, Suasana di Desa Kerta, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, Banten semakin memanas. Warga bersama tokoh ulama setempat menggelar aksi demonstrasi menuntut Kepala Desa (Kades) Kerta, RZA, mundur dari jabatannya. Mereka menilai kepemimpinannya tidak amanah dan merugikan masyarakat.

Senin, 03/02/2025 Aksi yang berlangsung pada Minggu (2/2) ini diwarnai dengan spanduk dan poster bernada kritik tajam terhadap kepemimpinan Kades. Warga menilai bahwa RZA telah gagal dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin desa. “Pak Jaro tidak amanah sebagai pemimpin. Kepemimpinannya sudah tidak memberikan rasa nyaman bagi kami,” ujar Idoh, salah satu perwakilan aksi.

Di tempat terpisah,
Jhon Dany, kuasa hukum Pelapor, dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Abu Bakar J. Lamatapo, SH & Associates, yang mengawal laporan kasus dugaan tindak Pidana Ancaman Kekerasan terhadap klien nya, beliau sangat mengapresiasi kinerja Polres lebak, yang sigap dalam penanganan laporan klien nya, diketahui penyidik sudah melakukan penyelidikan dengan mengundang pelapor dan para saksi beberapa hari yang lalu, tepat nya pada hari kamis tanggal 30 januari 2025, ia pun mengatakan bahwa klien nya melakukan pelaporan tersebut, bukan didasari rasa dendam terhadap terlapor (kades RZ_red), melainkan rasa kekwatiran perlakuan ancaman dengan menggunakan alat seperti itu, terjadi kepada orang lain seperti apa yang dialami nya

” Tidak ada rasa dendam kepada jaro Riki , namun yang sangat saya sayangkan prilaku nya yang jauh dari harapan saya selaku warga, sifat dan ahlaq nya diluar nalar, yang arogan, amoral, tidak menghargai para ulama , tidak mau menerima saran /kritikan , yang seolah olah merasa Raja diatas Raja, dan yang sangat miris, sering kali menzolimi warga nya sendiri, termasuk terhadap diri saya, yang seolah dia geram ingin membinasakan , saya pendam rasa kegelisahan selama berbulan bulan , rasa ingin melaporkan dari semenjak kejadian itu, namun saya berpikir bahwa dia selaku kepala desa yang harus di jaga marwahnya sekalipun rasa kecewa saya sangat menyakitkan ” Ucap Sutisna

” Seiring waktu bergejolak dimasyarakat atas ulah prilaku jaro tersebut, saya atas dukungan tokoh masyarakat dan para ulama, Kiyayi Dede, Kiyayi Bubun, Kiyayi saepudin , Kiyayi Abang (ketua MUD) Abah Mas’ud , Pak Sam, dan rekan yang lain, serta Bantuan dari Bung Jhon , dari Kantor Hukum yang rela mendampingi saya, akhir nya saya memberanikan diri melaporkan kepolsek Banjarsari dan polres lebak, dengan tujuan agar pihak kepolisian bisa membina kelakuan kepala desa riki yang sudah membuat resah warga, agar bisa merubah sikap dan tidak mengulangi lagi”ujar nya dengan nada sedih

“Kami Apresiasi tindakan cepat dari Polres lebak terbukti dengan sudah mengundang para saksi untuk diminta keterangan ,tinggal kita tunggu hasil nya, kami yakin APH bekerja dengan profesional tanpa adanya intervensi dalam menjalankan tugas nya ”

“Tidak kurang kami berikan arahan terhadap klien untuk tidak mudah di politisir oleh orang atau pihak yang punya kepentingan,yang pada akhir nya hanya akan merugikan diri , tetap fokus jaga kesehatan, dan untuk penanganan perkarannya kita percayakan kepada pihak kepolisian ” Ujar Jhon

Warga kecewa terhadap kinerja , Pemerintah setempat , khusus nya camat Banjarsari yang terkesan lamban dan dinilai ada keberpihakan kepada kades RZ, dan kepada dinas DPMPD kabupaten lebak agar segera menindaklanjuti surat permohonan BPD terkait aspirasi masyarkat yang geram atas prilaku kades tersebut , meminta agar segera di berhentikan dari jabatan nya

” Camat Mahfud kurang tegas, apa karena ada hubungan keluarga dengan si jaro riki?….Jangan sampai kami berbondong-bondong datang ke kantor DPMPD, bila sampai minggu ini tidak ada kejelasan, kami pastikan akan demo ke kantor camat dan Kantor DPMPD lebak ” Ujar warga

Penilaian masyakat terhadap camat Mahfud yang dianggap tidak profesional dan cenderung berpihak kepada oknum kades, terlihat dari sikap di setiap kehadiran nya di acara mediasi, bukan memberikan pencerahan dan solusi, melainkan ada kecenderungan intervensi kepada prangkat desa, dengan narasi dan ancaman peringatan pemberhentian dengan alasan tidak bekerja di kantor desa, padahal sejatinya prades sekalipun ada permasalahan di desa, mereka tetap melayani masyakat

Bahkan informasi yang di Terima oleh warga, bahwa camat memerintahkan kepada pol PP untuk membuang spanduk2,baliho orasi warga yang berada di sekitar kantor desa, menurut warga itu malah bukan menyelesaikan masalah malah akan berpotensi menambah amarah dan memperkeruh keadaan , sifat2 hal seperti itulah yang menambah keyakinan warga bahwa patut diduga adanya hubungan emosional keluarga antara dirinya dengan oknum kades sehingga dianggap mengenyampingkan tugas dan tanggung jawab nya

” Kami minta Pindahkan camat Mahfud dari kecamatan Banjarsari, karna menurut kami tidak layak menjadi camat disini” Tegas warga.

Facebook Comments Box

Penulis : Iwan Kejes

Editor : Sukadi

Sumber Berita: "Warga Menilai Camat Banjarsari dan DPMPD kab lebak lamban sikapi kemelut didesa Kerta ,Apa menunggu kerusuhan "

Berita Terkait

Dugaan Tangkap Lepas Pengedar Obat Terlarang di Cibatu, Kapolres dan Propam Polres Garut Diminta Periksa Oknum Anggota
King Naga Angkat Bicara soal Status Sekjen KNPI Banjarsari: Jika Ada Pelanggaran, Laporkan, Bukan Menuding
Jelang HUT ke-81 RI, Kapolsek Gunung Kencana Suntik Semangat 86 Calon Paskibra, Siap Sukseskan Upacara Kemerdekaan
Nasabah Keluhkan Dokumen Belum Dikembalikan, KSP Semerbak Citra Cabang Malingping Diminta Beri Penjelasan ‎
Diduga Dokumen Nasabah Belum Dikembalikan, KSP Semarak Dana Cabang Banjarsari Disorot
Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek P3-TGAI Rp195 Juta di Desa Cidahu Disorot
Dugaan Setoran Demi Pertahankan Jabatan Kepsek Kembali Mencuat, Dana BOS Disebut Tergerus hingga Rp150 Ribu–Rp200 Ribu per Siswa
Pelaksana Proyek Rp6,1 Miliar Akhirnya Buka Suara, Minta Kronologi Ditanyakan ke Pengawas Lapangan; Kabid PUPR dan Konsultan Masih Bungkam
Berita ini 170 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:12 WIB

Dugaan Tangkap Lepas Pengedar Obat Terlarang di Cibatu, Kapolres dan Propam Polres Garut Diminta Periksa Oknum Anggota

Senin, 21 September 2026 - 16:37 WIB

King Naga Angkat Bicara soal Status Sekjen KNPI Banjarsari: Jika Ada Pelanggaran, Laporkan, Bukan Menuding

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Kapolsek Gunung Kencana Suntik Semangat 86 Calon Paskibra, Siap Sukseskan Upacara Kemerdekaan

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:59 WIB

Nasabah Keluhkan Dokumen Belum Dikembalikan, KSP Semerbak Citra Cabang Malingping Diminta Beri Penjelasan ‎

Senin, 20 Juli 2026 - 10:45 WIB

Diduga Dokumen Nasabah Belum Dikembalikan, KSP Semarak Dana Cabang Banjarsari Disorot

Berita Terbaru