Global Expose TV Kabupaten Virebon – Kekesalan warga di perbatasan Desa Ujung Gebang dan Desa Luwung Kencana, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, memuncak akibat jalan penghubung yang rusak parah. Sebagai bentuk protes, mereka menanam pohon pisang dan membuat simbol kuburan di sepanjang jalan tersebut.
Kondisi jalan yang rusak berat dan licin saat hujan seringkali menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas. Seorang warga, Nana, mengungkapkan bahwa jalan tersebut sudah tidak layak digunakan. “Kami hanya ingin jalan ini diperbaiki agar tidak ada lagi korban kecelakaan. Ini sangat penting bagi kami,” ujarnya, Kamis 02/01/2025.
Aksi unik ini menarik perhatian Abdul Kodir, anggota DPRD Kabupaten Cirebon dari Fraksi PDI Perjuangan. Ia langsung meninjau lokasi dan mendengarkan keluhan warga. Menurutnya, kondisi jalan tersebut sangat membahayakan pengguna, terutama saat musim hujan.
“Kondisi jalan di sini sudah sangat memprihatinkan. Jalan yang licin menjadi ancaman serius bagi pengendara. Saya mendapat informasi bahwa jalan ini terakhir kali dibangun pada 2010 dan sejak itu tidak pernah diperbaiki,” jelasnya.
Abdul Kodir memahami aksi simbolis warga sebagai bentuk protes agar pemerintah segera turun tangan. “Penanaman pohon pisang dan pembuatan simbol kuburan ini menjadi cara warga menarik perhatian. Sebagai wakil rakyat, saya akan memperjuangkan perbaikan jalan ini agar segera terealisasi,” tegasnya.
Warga berharap aksi ini menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk segera memperbaiki jalan yang menjadi akses vital bagi aktivitas mereka. Jika terus dibiarkan, jalan rusak ini dikhawatirkan akan memakan lebih banyak korban kecelakaan.
Penulis : Sukadi
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Warga Tanam Pisang dan Bangun "Makam" di Jalan Rusak, DPRD Cirebon Berjanji Tindak Lanjut












