Global Expose TV Kabupaten Lebak, Banten – Penyegelan kantor Desa Kerta oleh warga pada Selasa (07/01/2025) menjadi sorotan publik. Aksi ini diduga dipicu keresahan terhadap kepala desa yang dituding terlibat dalam konsumsi narkoba dan kepemilikan SANPI. Meski demikian, pelayanan administratif desa tetap berjalan sementara di rumah salah satu perangkat desa.Rabu,08/01/2025

Langkah penyegelan ini dianggap warga sebagai bentuk protes dan desakan agar pemerintahan desa segera dibenahi. “Kami merasa kecewa dengan kepemimpinan kepala desa saat ini. Ini adalah bentuk aspirasi agar pemerintah bertindak nyata atas dugaan pelanggaran ini,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Meski dalam situasi sulit, perangkat desa memastikan pelayanan publik tetap berjalan. “Kami berkomitmen untuk melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya meski harus dilakukan di lokasi sementara. Kami juga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan permasalahan ini,” ujar salah satu perangkat desa.
Jhon Dany, Tim Badan Penelitian Aset Negara, Lembaga Aliansi Indonesia, menegaskan pentingnya tindakan tegas terhadap dugaan pelanggaran ini. “Kami mendesak pemerintah daerah segera turun tangan dan memberikan solusi yang nyata untuk meredam konflik dan memulihkan kepercayaan masyarakat,” kata Jhon.
Situasi ini mencerminkan perlunya peningkatan integritas, transparansi, dan profesionalisme dalam pengelolaan pemerintahan desa. Warga berharap adanya dialog antara semua pihak untuk mencari solusi yang dapat mengembalikan pelayanan publik ke kondisi normal serta menjaga stabilitas di Desa Kerta.
Masalah ini diharapkan segera teratasi sehingga pelayanan desa kembali berjalan optimal, dan kepercayaan masyarakat terhadap kepala desa serta perangkatnya dapat dipulihkan.
Penulis : Iwan Kejes
Editor : Sukadi
Sumber Berita: Kantor Desa Kerta Disegel Warga Akibat Dugaan Narkoba, Pemerintah Diminta Segera Ambil Tindakan Tegas












