Pekerja Perawatan Jalan dan Jembatan Resah, Kadis PUPR Banten Diminta Evaluasi Anggaran dan Tindak Dugaan Pungli

Senin, 17 Februari 2025 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expose TV Kabupaten Pandeglang – Para pekerja Perawatan Jalan dan Jembatan (PJJ) di Kabupaten Pandeglang mengungkapkan keresahan mereka terkait berbagai permasalahan yang mereka hadapi, mulai dari keterlambatan pembayaran upah, dugaan pungutan liar, hingga rencana pengurangan hari kerja yang dinilai merugikan.

Menurut informasi yang dihimpun, setiap kelompok pekerja di zona Munjul-Panimbang diwajibkan menyetor Rp 1 juta per bulan kepada mandor. Dugaan pungutan ini disebut-sebut dilakukan atas perintah salah satu Pelaksana Teknik (Peltek) berinisial MA.

“Dulu waktu saya di zona Munjul-Panimbang, tiap kelompok wajib setor ke mandor Rp 1 juta per bulan. Ini berlangsung selama satu tahun,” ujar seorang pekerja yang enggan disebutkan namanya, Minggu (16/2/2025).

Selain itu, para pekerja juga mengeluhkan rencana pengurangan hari kerja dari 20 hari menjadi 17 hari per bulan. Namun, mereka tetap diwajibkan absen selama 20 hari, meskipun hanya bekerja 17 hari. Kebijakan ini dinilai mencurigakan dan merugikan para pekerja.

“Kami heran, kerja 20 hari saja upah kami tidak cukup untuk menutupi kebutuhan keluarga, apalagi kalau dikurangi 3 hari. Yang lebih kami khawatirkan, bakal ada pungutan Rp 1 juta per kelompok seperti yang dialami rekan-rekan kami di zona Munjul-Panimbang dan Munjul-Cikeusik. Ini sama saja membunuh kami,” ungkap salah satu pekerja dengan nada kecewa.

Mereka juga menyoroti sejumlah hak yang selama ini diabaikan, seperti tidak didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, tidak pernah mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR), serta harus menanggung sendiri biaya operasional seperti perbaikan alat kerja dan pembelian bahan bakar.

Oleh karena itu, para pekerja mendesak Kepala Dinas (Kadis) PUPR Banten dan Kepala Bidang (Kabid) terkait untuk segera mengevaluasi anggaran perawatan jalan dan jembatan serta menindak tegas oknum Peltek yang diduga melakukan pungutan liar.

“Kami berharap kepada Pak Kabid dan Pak Kadis, tolong perhatikan hak dan kesejahteraan kami. Jangan sampai jam kerja kami dikurangi, dan jangan biarkan pungutan liar terus terjadi,” tegas para pekerja.

Para pekerja PJJ juga berharap keluhan mereka tidak berujung pada ancaman pemutusan kerja. Mereka menuntut keadilan dan transparansi dalam pengelolaan anggaran perawatan jalan dan jembatan agar hak mereka sebagai pekerja tidak terus-menerus terabaikan.

Facebook Comments Box

Penulis : Iwan Kejes

Editor : Sukadi

Sumber Berita: Pekerja Perawatan Jalan dan Jembatan Resah, Kadis PUPR Banten Diminta Evaluasi Anggaran dan Tindak Dugaan Pungli

Berita Terkait

Penggerebekan di Sejumlah Lokasi Diduga Transaksi Narkoba, Polisi Kerap Pulang Tanpa Tangkapan
Dua Tahun Belakangan, Silangkitang Sepi dari Pemberitaan Peredaran Narkotika
HUT Polantas ke-71, Satlantas Polres Labusel Hadirkan Semangat Kepedulian Lewat Donor Darah
Dugaan Peredaran Sabu di Pajak Hongkong dan Aek Matio Disorot, Polisi Diminta Jangan Diam dan Turun ke Lokasi
Brimob Polda Metro Jaya Amankan Empat Remaja dan 13 Klip Diduga Ganja di Jakut
Diduga Transaksi Sabu Terang-terangan di Pardamean, Ada Apa dengan Polres Labuhanbatu?
Polsek Kampung Rakyat tidak Tanggung Tanggung Ringkus Pemuda di Perkebunan Sawit l1,95 Gram Sabu Diamankan
Satresnarkoba Polres Labusel Ringkus J di Kampung Raja, Diduga Terlibat Narkotika
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 23:54 WIB

Penggerebekan di Sejumlah Lokasi Diduga Transaksi Narkoba, Polisi Kerap Pulang Tanpa Tangkapan

Jumat, 18 September 2026 - 14:04 WIB

Dua Tahun Belakangan, Silangkitang Sepi dari Pemberitaan Peredaran Narkotika

Rabu, 16 September 2026 - 18:00 WIB

HUT Polantas ke-71, Satlantas Polres Labusel Hadirkan Semangat Kepedulian Lewat Donor Darah

Sabtu, 12 September 2026 - 21:34 WIB

Dugaan Peredaran Sabu di Pajak Hongkong dan Aek Matio Disorot, Polisi Diminta Jangan Diam dan Turun ke Lokasi

Kamis, 10 September 2026 - 17:54 WIB

Brimob Polda Metro Jaya Amankan Empat Remaja dan 13 Klip Diduga Ganja di Jakut

Berita Terbaru