Global Expose TV Kabupaten Probolinggo – Pada Jum’at 14 Maret 2025, Kraksaan, Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Fraksi PKB, Dewi Azizah, S.I.P., menggelar Reses Tahap II Tahun Anggaran 2025 di kediaman Saddam Husein, S.H., Ketua PAC PKB Kecamatan Kraksaan. Acara yang berlangsung di Jl. WR Supratman, Desa Bulu, Kraksaan, ini dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat serta pengurus ranting PKB se-Kecamatan Kraksaan.
Dalam sambutannya, Dewi Azizah memperkenalkan dirinya sebagai anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Probolinggo, yang membawahi 11 dinas, termasuk Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, BPBD, BPJS Kesehatan, Dinas Sosial, serta Dinas Tenaga Kerja dan Perpustakaan. Ia juga menekankan pentingnya soliditas dalam tubuh PAC PKB Kecamatan Kraksaan agar semakin kuat dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Dialog Interaktif: Warga Sampaikan Keluhan dan Harapan: Setelah sambutan, sesi dialog interaktif dibuka dengan tiga pertanyaan awal. Warga dari berbagai desa menyampaikan beragam permasalahan, mulai dari infrastruktur, pendidikan, hingga kesejahteraan sosial.
1. Ancaman Abrasi di SDN Kalibuntu 1
Seorang warga dari Desa Kalibutuh menyampaikan kekhawatiran terkait abrasi sungai yang semakin mendekati gedung SDN Kalibuntu 1. Meskipun pihak sekolah sudah berupaya mengajukan bantuan ke Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan, hingga kini belum ada tindak lanjut. Warga berharap Dewi Azizah dapat memperjuangkan solusi konkret agar sekolah tetap aman bagi para siswa.
2. Permasalahan Wakaf Tanah untuk Mushola Warga lainnya mengeluhkan status tanah mushola yang belum memiliki kejelasan hukum karena masih tercatat sebagai tanah milik pribadi. Hal ini menghambat proses ikrar wakaf yang diperlukan agar tempat ibadah tersebut mendapatkan kepastian hukum dan dapat dikembangkan lebih lanjut.
3. Krisis Air Bersih di RT 2 RW 6
Perwakilan warga dari RT 2 RW 6 mengeluhkan sulitnya akses air bersih akibat buruknya sistem drainase. Mereka meminta agar ada perbaikan saluran air agar distribusi bisa lebih lancar dan kebutuhan warga dapat terpenuhi.
4. Program Bedah Rumah dan Tunjangan Guru Ngaji Warga lain, Siti Aminah dari Asam Bakor, menyampaikan aspirasi terkait program bedah rumah yang kerap tidak tepat sasaran karena didominasi oleh aparatur desa. Ia berharap ada pengawasan lebih ketat agar bantuan benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan. Selain itu, ia juga menyoroti kurangnya perhatian terhadap guru TPQ dan guru ngaji yang belum mendapat tunjangan layak.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Dewi Azizah menegaskan bahwa dirinya siap memperjuangkan permasalahan yang disampaikan masyarakat.
Terkait SDN Kalibuntu 1, ia akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait agar langkah konkret dapat segera dilakukan.
Mengenai tanah wakaf, ia mengarahkan warga untuk mengurus ke Kantor Urusan Agama (KUA) agar proses legalisasi dapat segera ditindaklanjuti.
Soal krisis air, Dewi Azizah menyebutkan bahwa usulan perbaikan saluran air sudah masuk dalam proposal yang diajukan ke Bupati, dan tinggal menunggu keputusan lebih lanjut.
Untuk program bedah rumah, ia mengakui bahwa saat ini masih dalam tahap pengajuan, dan akan terus diperjuangkan agar bisa terealisasi tahun depan.
Terkait tunjangan guru TPQ dan guru ngaji, Dewi Azizah menyampaikan bahwa pihaknya telah mendorong agar ada perhatian lebih dari pemerintah, namun masih terkendala kebijakan refocusing anggaran. Ia berharap ke depan ada peningkatan alokasi dana untuk kesejahteraan para pendidik non-formal.
Warga Diharapkan Terus Melaporkan Aspirasi Menutup acara, Dewi Azizah menegaskan bahwa fungsi pengawasan DPRD sangat bergantung pada laporan masyarakat. Oleh karena itu, ia mengajak warga untuk terus aktif menyampaikan keluhan dan masukan agar dapat diperjuangkan di tingkat legislatif,”Pungkasnya.
Penulis : Abdul Hadi
Editor : Sukadi
Sumber Berita: Dewi Azizah Reses Sebagai Sarana membangun Komunikasi dengan Masyarakat.












