Residivis Diduga Kembali Kendalikan Jaringan Narkoba, SEPRakyat Desak APH Bongkar Jaringan hingga Big Bos/BD

Minggu, 1 Februari 2026 - 20:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expose TV Labuhanbatu, Sumatera Utara Minggu, 1 Februari 2026. Maraknya dugaan peredaran narkotika di Kabupaten Labuhanbatu kembali memicu keresahan luas di tengah masyarakat. Warga menilai kondisi ini tidak hanya merusak generasi muda, tetapi juga berdampak langsung terhadap meningkatnya gangguan keamanan dan kriminalitas di lingkungan pemukiman.

Bahkan, hampir setiap hari di Kabupaten Labuhanbatu muncul pemberitaan terkait kasus narkoba. Namun ironisnya, dalam sejumlah kegiatan penyisiran di titik-titik rawan yang kerap dilakukan aparat melalui operasi Grebek Sarang Narkoba (GSN), petugas disebut tidak menemukan pelaku maupun aktivitas transaksi narkotika. Dalam beberapa kegiatan tersebut, petugas justru hanya menemukan sejumlah alat yang diduga digunakan untuk penyalahgunaan narkotika.

Informasi yang dihimpun dari warga pada Kamis (29/1/2026) menyebutkan, jaringan peredaran narkotika diduga kembali bergerak secara masif dan terstruktur, dengan dugaan pengendali utama seorang residivis berinisial DD warga labuhanbatu. Aktivitas tersebut disebut merambah sejumlah kecamatan di Kabupaten Labuhanbatu.

Warga menduga DD mengendalikan distribusi narkotika berbagai jenis, di antaranya sabu dan ekstasi, melalui jaringan pengedar di beberapa titik strategis. Ironisnya, meski DD disebut sebagai residivis, aktivitas tersebut dinilai berjalan tanpa hambatan berarti sehingga memunculkan pertanyaan serius terkait efektivitas penegakan hukum.

“Kami melihat tidak ada efek jera. Peredaran narkoba seolah dibiarkan, padahal dampaknya sudah merusak keamanan dan kehidupan sosial warga,” ujar seorang ibu rumah tangga di Aek Nabara yang meminta identitasnya dirahasiakan. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat terkait keseriusan dan konsistensi aparat penegak hukum (APH), bahkan memunculkan kecurigaan adanya dugaan pembiaran meski hal tersebut masih sebatas asumsi publik dan memerlukan pembuktian.

Berdasarkan penelusuran awak media, dugaan jaringan DD disebut menjangkau beberapa wilayah. Di Kecamatan Pangkatan, seorang pria berinisial AS (alias Ganda) disebut-sebut sebagai pengendali peredaran sabu di sekitarnya, serta diduga merupakan bagian dari jaringan inti. Warga juga mengungkapkan adanya dugaan intimidasi terhadap pihak-pihak yang mencoba melakukan peliputan, termasuk insiden mobil wartawan yang dilempari hingga kacanya pecah.

Di wilayah Parang Bengkok, Afdeling II PTPN III, Kecamatan Bilah Barat, seorang pria berinisial DW disebut warga sebagai pengedar aktif. Seorang karyawan PTPN III Rantauprapat menyatakan, narkotika yang diedarkan DW diduga berasal dari jaringan yang sama. “Dampaknya nyata. Di sini sering terjadi pencurian tandan buah sawit dan kehilangan barang warga. Kami menduga ini berkaitan dengan maraknya penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Penelusuran juga mengarah ke Kelurahan Aek Paing, Kecamatan Rantau Utara, di mana warga menyebut seorang pria berinisial JRG diduga berperan sebagai pengedar lapangan. Sementara itu, di kawasan Aek Riung Sigambal, Kecamatan Rantau Selatan, warga menyebut nama UK sebagai sosok yang sudah lama diduga terlibat peredaran sabu dan kerap lolos meski beberapa kali dilakukan penggerebekan.

Situasi tersebut mendapat sorotan keras dari Masyarakat Pemerhati Anti Narkoba DPP LSM Sentral Elemen Pejuang Rakyat (SEPRakyat).

Ketua Umum DPP SEPRakyat, Ramses Marulitua Sihombing, menegaskan bahwa kondisi ini bukan lagi sekadar isu kriminal biasa, melainkan sudah masuk kategori darurat narkoba yang mengancam keamanan sosial dan masa depan generasi muda. “Kalau jaringan narkoba bisa kembali bergerak masif, terstruktur, bahkan terkesan kebal hukum, maka publik wajar bertanya: di mana ketegasan aparat penegak hukum? Mengapa bandar besar seolah sulit disentuh?” tegas Ramses.

Ia menambahkan, penyebutan istilah “darurat narkoba” merupakan bentuk keprihatinan dan penilaian sosial, bukan status resmi atau penetapan pemerintah.

Ramses menyampaikan selamat bertugas kepada Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endra Jaya, S.I.K., M.Si dan Kasat Resnarkoba AKP Hardiyanto, S.H., M.H, namun mendesak agar persoalan ini dijadikan atensi prioritas dan ditangani profesional serta transparan. “Negara tidak boleh kalah oleh jaringan narkoba. Aparat wajib membuktikan keberpihakan kepada rakyat dengan membongkar jaringan sampai ke akar dan menangkap Big Bos/BD, bukan hanya menjadikan pemakai dan kurir sebagai target penindakan,” Pungkasnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Tim Redaksi

Editor : Sukadi

Sumber Berita: Residivis Diduga Kembali Kendalikan Jaringan Narkoba, SEPRakyat Desak APH Bongkar Jaringan hingga Big Bos/BD

Berita Terkait

Proyek Peningkatan Jalan SM Raja Rp 7,9 Miliar Dipertanyakan, DPP LSM SepRakyat Dorong Transfaransi RAB  
Mampukah Kapoldasu Basmi Peredaran Narkotika dan Dugaan Mafia CPO di Sumut?
PCNU Labusel Gelar Konsolidasi di Barus, Ziarah ke Makam Syekh Mahmud dan Perkuat Arah Organisasi Lima Tahun ke Depan
Dugaan Aktivitas CPO Ilegal di Pinang Awan Disorot, Warga Desak Kapoldasu Turun Tangan
Polsek Kampung Rakyat Amankan Pria di Perkebunan Sawit, Tiga Paket Sabu 1,46 Gram Turut Disita
Warga Resah, Dugaan Peredaran Sabu di Teluk Binje dan Sonomartani Diminta Segera Diselidiki
Satres Narkoba Polres Labuhanbatu Ungkap Dugaan Kasus Sabu di Marbau, Seorang Pria Diamankan
Gerak Cepat Polsek Torgamba Tindak Lanjuti Dumas Presisi, ZAS Diamankan Bersama 1,7 Gram 
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Proyek Peningkatan Jalan SM Raja Rp 7,9 Miliar Dipertanyakan, DPP LSM SepRakyat Dorong Transfaransi RAB  

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Mampukah Kapoldasu Basmi Peredaran Narkotika dan Dugaan Mafia CPO di Sumut?

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:46 WIB

PCNU Labusel Gelar Konsolidasi di Barus, Ziarah ke Makam Syekh Mahmud dan Perkuat Arah Organisasi Lima Tahun ke Depan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:43 WIB

Dugaan Aktivitas CPO Ilegal di Pinang Awan Disorot, Warga Desak Kapoldasu Turun Tangan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Polsek Kampung Rakyat Amankan Pria di Perkebunan Sawit, Tiga Paket Sabu 1,46 Gram Turut Disita

Berita Terbaru