Diduga Terjadi Pungli Dana BOP PAUD dan TK di Kecamatan Picung, Guru Desak APH Bertindak Tegas

Jumat, 20 Februari 2026 - 21:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expose TV Kabupaten Pandeglang, Banten –Saptu 21 pebruari 2026 Dugaan praktik pungutan liar (pungli) kembali mencoreng dunia pendidikan. Sejumlah guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) di Kecamatan Picung mengaku geram atas dugaan pemotongan dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) sebesar 3 persen pada setiap pencairan.

Pemotongan tersebut diduga dilakukan oleh oknum penilik di lingkungan kecamatan. Para guru menyebut praktik ini telah berlangsung berulang kali dan dilakukan dengan dalih tertentu, meski tidak memiliki dasar hukum yang jelas. Akibatnya, dana yang seharusnya digunakan sepenuhnya untuk operasional pendidikan dan peningkatan layanan bagi peserta didik menjadi berkurang.

Dana BOP sangat vital bagi keberlangsungan kegiatan belajar mengajar PAUD dan TK. Jika dipotong tanpa alasan resmi, tentu sangat memberatkan dan merugikan kami,” ujar salah seorang guru yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Para pendidik menilai praktik tersebut tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga berpotensi menghambat upaya peningkatan mutu pendidikan anak usia dini. Mereka menegaskan bahwa BOP merupakan hak lembaga pendidikan yang harus diterima utuh sesuai ketentuan pemerintah.

‎Atas kejadian ini, para guru PAUD dan TK di Kecamatan Picung secara tegas meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera turun tangan, melakukan penyelidikan, dan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti melakukan pungli. Mereka berharap penegakan hukum dapat memberikan efek jera sekaligus memulihkan kepercayaan publik terhadap tata kelola dana pendidikan.

‎Kasus dugaan pungli BOP ini menjadi sorotan serius dan diharapkan mendapat perhatian pemerintah daerah, dinas terkait, serta aparat penegak hukum, mengingat pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting bagi masa depan generasi bangsa.

Facebook Comments Box

Penulis : Oman

Editor : Iwan Gejes

Sumber Berita: Picung Pandeglang Banten

Berita Terkait

GMNI Cilegon Mengecam Tindakan dugaan Kekerasan terhadap kader GMNI Pandeglang dan Siap Membersamai Gerakan Solidaritas
Anggota DPRD Pandeglang Eriyanto S.Si., M.M. Ucapkan Dirgahayu TNI ke-81, 5 Oktober 2026
GMNI Pandeglang Murka, Anggota Diduga Dipukul Aparat Saat Aksi HUT Banten: Siap Geruduk Polda Banten
P3B Soroti Dugaan Fee 20–25 Persen dan Pengkondisian Rekanan dalam Program Revitalisasi SMA/SMK
Monev Banprov Desa Ciodeng tim kecamatan cek fisik pembangunan paving block
Proyek Huntap di Kecamatan Sumur Disorot, Pelaksana Akui Pondasi Tanpa Hamparan Pasir
Rakorwil Gema Bangsa Banten, Ahmad Rofiq Dorong Politik Berbasis Daerah dan Kemandirian Bangsa
Rakorwil Gema Bangsa Banten Tetapkan Ahmad Yani, Dorong Desentralisasi Politik dan Kemandirian Kader
Berita ini 64 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:04 WIB

GMNI Cilegon Mengecam Tindakan dugaan Kekerasan terhadap kader GMNI Pandeglang dan Siap Membersamai Gerakan Solidaritas

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Anggota DPRD Pandeglang Eriyanto S.Si., M.M. Ucapkan Dirgahayu TNI ke-81, 5 Oktober 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:52 WIB

GMNI Pandeglang Murka, Anggota Diduga Dipukul Aparat Saat Aksi HUT Banten: Siap Geruduk Polda Banten

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:03 WIB

P3B Soroti Dugaan Fee 20–25 Persen dan Pengkondisian Rekanan dalam Program Revitalisasi SMA/SMK

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:18 WIB

Monev Banprov Desa Ciodeng tim kecamatan cek fisik pembangunan paving block

Berita Terbaru