Plang Air Irigasi Cilimber Jebol, Ribuan Hektare Sawah di Lebak dan Pandeglang Terancam Kekeringan hingga Gagal Panen

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expose TV – Kabupaten  Pandeglang, Banten.Jebolnya plang air irigasi di Bendungan Cilimber memicu kekhawatiran besar di kalangan petani Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Kerusakan pada pintu pengatur air tersebut menyebabkan distribusi air menuju area persawahan terganggu dan mengancam ribuan hektare lahan pertanian mengalami kekeringan hingga gagal panen.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius masyarakat karena saluran irigasi Cilimber selama ini menjadi sumber utama pengairan bagi sawah-sawah warga di dua kabupaten tersebut. Jika kerusakan tidak segera ditangani, dampaknya diperkirakan akan semakin luas dan berpotensi mengganggu produksi pangan masyarakat pada musim tanam tahun ini.

Berdasarkan informasi dari warga setempat, kerusakan plang air menyebabkan aliran air tidak lagi terkontrol dengan baik. Saat debit air tinggi, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan luapan air ke area tertentu. Sebaliknya, ketika musim kemarau tiba, pasokan air ke saluran irigasi dikhawatirkan tidak mencukupi kebutuhan lahan pertanian.

Masyarakat dan para petani pun mengeluhkan lambatnya penanganan dari pihak terkait. Mereka berharap Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Sumber Daya Air serta UPTD DAS Ciliman-Cibungur segera turun tangan melakukan perbaikan darurat agar distribusi air kembali normal.

Menurut warga, keberadaan plang air irigasi sangat vital karena berfungsi mengatur debit dan arah aliran air menuju area persawahan di wilayah Lebak dan Pandeglang. Kerusakan pada infrastruktur tersebut dinilai dapat berdampak langsung terhadap kehidupan ekonomi masyarakat yang mayoritas menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian.

Salah seorang petani setempat mengatakan, kondisi tersebut membuat para petani merasa cemas karena sawah mereka sangat membutuhkan pasokan air yang stabil agar tanaman padi dapat tumbuh dengan baik.

“Kami sangat berharap pemerintah segera memperbaiki pintu air ini. Sawah kami sangat membutuhkan pasokan air. Kalau terus dibiarkan, apalagi nanti musim kemarau, petani bisa gagal panen,” ujarnya kepada awak media.

Selain ancaman kekeringan, petani juga khawatir kerusakan plang air dapat memicu genangan atau kebanjiran di area pertanian tertentu akibat aliran air yang tidak terkendali. Situasi tersebut membuat para petani berada dalam kondisi serba tidak pasti.

Kondisi ini juga menjadi perhatian masyarakat luas karena sektor pertanian merupakan sumber penghidupan utama warga di sekitar daerah aliran irigasi Cilimber. Para petani meminta pemerintah lebih serius memperhatikan infrastruktur pertanian demi menjaga ketahanan pangan daerah serta stabilitas ekonomi masyarakat desa.

Menurut salah seorang warga, lambatnya respons dari pihak terkait turut menjadi keluhan masyarakat. Warga menilai UPTD DAS yang berkantor di Desa Ciherang belum maksimal dalam menyikapi laporan dan keluhan masyarakat mengenai kerusakan plang air tersebut.

“Masyarakat sudah mengeluh sejak lama, tapi sampai sekarang belum ada penanganan yang jelas. Kami berharap ada tindakan cepat sebelum kerusakan semakin parah,” ungkap seorang warga.

Hingga saat ini, masyarakat masih menunggu langkah konkret dari instansi berwenang untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas terhadap hasil pertanian di wilayah Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang.

Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan permanen agar distribusi air kembali normal dan ribuan hektare sawah yang menjadi sumber kehidupan petani tidak mengalami kerusakan maupun gagal panen massal.

Facebook Comments Box

Penulis : Iwan Gejes/Red

Editor : Iwan Gejes

Sumber Berita: Plang Air Irigasi Cilimber Jebol, Ribuan Hektare Sawah di Lebak dan Pandeglang Terancam Kekeringan

Berita Terkait

GMNI Cilegon Mengecam Tindakan dugaan Kekerasan terhadap kader GMNI Pandeglang dan Siap Membersamai Gerakan Solidaritas
Anggota DPRD Pandeglang Eriyanto S.Si., M.M. Ucapkan Dirgahayu TNI ke-81, 5 Oktober 2026
GMNI Pandeglang Murka, Anggota Diduga Dipukul Aparat Saat Aksi HUT Banten: Siap Geruduk Polda Banten
P3B Soroti Dugaan Fee 20–25 Persen dan Pengkondisian Rekanan dalam Program Revitalisasi SMA/SMK
Monev Banprov Desa Ciodeng tim kecamatan cek fisik pembangunan paving block
Proyek Huntap di Kecamatan Sumur Disorot, Pelaksana Akui Pondasi Tanpa Hamparan Pasir
Rakorwil Gema Bangsa Banten, Ahmad Rofiq Dorong Politik Berbasis Daerah dan Kemandirian Bangsa
Rakorwil Gema Bangsa Banten Tetapkan Ahmad Yani, Dorong Desentralisasi Politik dan Kemandirian Kader
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:04 WIB

GMNI Cilegon Mengecam Tindakan dugaan Kekerasan terhadap kader GMNI Pandeglang dan Siap Membersamai Gerakan Solidaritas

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Anggota DPRD Pandeglang Eriyanto S.Si., M.M. Ucapkan Dirgahayu TNI ke-81, 5 Oktober 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:52 WIB

GMNI Pandeglang Murka, Anggota Diduga Dipukul Aparat Saat Aksi HUT Banten: Siap Geruduk Polda Banten

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:03 WIB

P3B Soroti Dugaan Fee 20–25 Persen dan Pengkondisian Rekanan dalam Program Revitalisasi SMA/SMK

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:18 WIB

Monev Banprov Desa Ciodeng tim kecamatan cek fisik pembangunan paving block

Berita Terbaru