Aktivitas Truk Sumbu Tiga Pengangkut Material PSN Tol Serang–Panimbang Dikeluhkan Pengguna Jalan Panimbang–Munjul

Senin, 20 Juli 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBAL EXPOSE TV KABUPATEN PANDEGLANG, BANTEN – Sejumlah masyarakat dan pengguna Jalan Raya Panimbang–Munjul mengeluhkan aktivitas kendaraan angkutan material proyek strategis nasional (PSN) Tol Serang–Panimbang yang menggunakan truk sumbu tiga. Keberadaan kendaraan bertonase besar tersebut dinilai mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan lainnya.

‎Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, sejumlah truk sumbu tiga diduga mengangkut material batu dari lokasi tambang MB untuk kebutuhan pembangunan proyek Tol Serang–Panimbang. Intensitas lalu lintas kendaraan berat yang melintas di ruas jalan tersebut disebut semakin meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

Salah seorang pengguna jalan mengaku khawatir dengan padatnya kendaraan pengangkut material yang melintas pada jam-jam aktivitas masyarakat. Selain menyebabkan kemacetan di beberapa titik, kendaraan bertonase besar juga dinilai berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Masyarakat tidak menolak pembangunan, tetapi kami berharap ada pengaturan jam operasional kendaraan berat agar tidak mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan lainnya,” ujar seorang pengguna jalan yang enggan disebutkan namanya.

Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah warga yang meminta pemerintah daerah, instansi perhubungan, serta pihak pelaksana proyek untuk melakukan evaluasi terhadap pola operasional kendaraan pengangkut material. Mereka berharap kendaraan sumbu tiga dapat beroperasi pada jam-jam tertentu sehingga tidak menimbulkan gangguan terhadap arus lalu lintas.

‎Selain aspek keselamatan, masyarakat juga menyoroti potensi dampak terhadap kondisi infrastruktur jalan akibat lalu lintas kendaraan berat yang berlangsung secara intensif. Mereka meminta adanya pengawasan dan pengendalian yang lebih ketat untuk memastikan aktivitas pengangkutan material tetap memperhatikan kepentingan masyarakat.

‎Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait mengenai keluhan masyarakat tersebut. Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menjembatani kepentingan pembangunan nasional dengan kenyamanan dan keselamatan pengguna

Facebook Comments Box

Penulis : Iwan Gejes

Editor : Iwan Gejes

Sumber Berita: Munjul Pandeglang Banten

Berita Terkait

GMNI Cilegon Mengecam Tindakan dugaan Kekerasan terhadap kader GMNI Pandeglang dan Siap Membersamai Gerakan Solidaritas
Anggota DPRD Pandeglang Eriyanto S.Si., M.M. Ucapkan Dirgahayu TNI ke-81, 5 Oktober 2026
GMNI Pandeglang Murka, Anggota Diduga Dipukul Aparat Saat Aksi HUT Banten: Siap Geruduk Polda Banten
P3B Soroti Dugaan Fee 20–25 Persen dan Pengkondisian Rekanan dalam Program Revitalisasi SMA/SMK
Monev Banprov Desa Ciodeng tim kecamatan cek fisik pembangunan paving block
Proyek Huntap di Kecamatan Sumur Disorot, Pelaksana Akui Pondasi Tanpa Hamparan Pasir
Rakorwil Gema Bangsa Banten, Ahmad Rofiq Dorong Politik Berbasis Daerah dan Kemandirian Bangsa
Rakorwil Gema Bangsa Banten Tetapkan Ahmad Yani, Dorong Desentralisasi Politik dan Kemandirian Kader
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:04 WIB

GMNI Cilegon Mengecam Tindakan dugaan Kekerasan terhadap kader GMNI Pandeglang dan Siap Membersamai Gerakan Solidaritas

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Anggota DPRD Pandeglang Eriyanto S.Si., M.M. Ucapkan Dirgahayu TNI ke-81, 5 Oktober 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:52 WIB

GMNI Pandeglang Murka, Anggota Diduga Dipukul Aparat Saat Aksi HUT Banten: Siap Geruduk Polda Banten

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:03 WIB

P3B Soroti Dugaan Fee 20–25 Persen dan Pengkondisian Rekanan dalam Program Revitalisasi SMA/SMK

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:18 WIB

Monev Banprov Desa Ciodeng tim kecamatan cek fisik pembangunan paving block

Berita Terbaru