Pembangunan Rabat Beton Dana Desa Tahap II di Desa Turus Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Warga Minta Pengawasan Ditingkatkan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBAL EXPOSE TV KABUPATEN  PANDEGLANG, BANTEN – Pekerjaan pembangunan rabat beton yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahap II Tahun Anggaran 2026 di Desa Turus, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, menjadi sorotan setelah ditemukan sejumlah dugaan ketidaksesuaian dalam pelaksanaannya.

Berdasarkan hasil pemantauan awak media di lokasi pada Sabtu (1/8/2026), material pasir yang digunakan diduga mengandung kadar lempung cukup tinggi dan menyerupai pasir urug. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan terkait kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis pekerjaan konstruksi.

Selain itu, awak media juga menemukan penggunaan semen bermerek Jakarta. Namun, belum dapat dipastikan apakah material tersebut telah memenuhi standar teknis yang dipersyaratkan dalam pekerjaan rabat beton.

Pada papan informasi proyek, hanya tercantum ukuran pekerjaan dengan panjang 80 meter dan lebar 3 meter. Sementara itu, informasi mengenai ketebalan rabat beton tidak dicantumkan, sehingga menyulitkan masyarakat untuk mengetahui spesifikasi teknis pekerjaan secara utuh.

Dari hasil pengamatan di lapangan, pekerjaan rabat beton yang baru dikerjakan beberapa meter diduga memiliki ketebalan yang kurang dari ketentuan. Berdasarkan informasi yang diperoleh awak media, pada beberapa bagian dilakukan penambahan ketebalan sekitar 10 sentimeter setelah proses pengecoran berlangsung. Dugaan tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pihak pelaksana maupun pengawas pekerjaan.

Sejumlah warga berharap Pemerintah Desa Turus, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), pendamping desa, serta instansi terkait segera melakukan pemeriksaan terhadap kualitas material dan pelaksanaan pekerjaan agar hasil pembangunan sesuai dengan spesifikasi teknis dan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Turus maupun pelaksana kegiatan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Global Expose TV akan terus mengupayakan konfirmasi guna memperoleh penjelasan dari seluruh pihak terkait sebagai bentuk penerapan prinsip pemberitaan yang berimbang sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Facebook Comments Box

Penulis : Iwan Gejes

Editor : Iwan Gejes

Sumber Berita: Pandeglang Banten

Berita Terkait

GMNI Cilegon Mengecam Tindakan dugaan Kekerasan terhadap kader GMNI Pandeglang dan Siap Membersamai Gerakan Solidaritas
Anggota DPRD Pandeglang Eriyanto S.Si., M.M. Ucapkan Dirgahayu TNI ke-81, 5 Oktober 2026
GMNI Pandeglang Murka, Anggota Diduga Dipukul Aparat Saat Aksi HUT Banten: Siap Geruduk Polda Banten
P3B Soroti Dugaan Fee 20–25 Persen dan Pengkondisian Rekanan dalam Program Revitalisasi SMA/SMK
Monev Banprov Desa Ciodeng tim kecamatan cek fisik pembangunan paving block
Proyek Huntap di Kecamatan Sumur Disorot, Pelaksana Akui Pondasi Tanpa Hamparan Pasir
Rakorwil Gema Bangsa Banten, Ahmad Rofiq Dorong Politik Berbasis Daerah dan Kemandirian Bangsa
Rakorwil Gema Bangsa Banten Tetapkan Ahmad Yani, Dorong Desentralisasi Politik dan Kemandirian Kader
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:04 WIB

GMNI Cilegon Mengecam Tindakan dugaan Kekerasan terhadap kader GMNI Pandeglang dan Siap Membersamai Gerakan Solidaritas

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Anggota DPRD Pandeglang Eriyanto S.Si., M.M. Ucapkan Dirgahayu TNI ke-81, 5 Oktober 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:52 WIB

GMNI Pandeglang Murka, Anggota Diduga Dipukul Aparat Saat Aksi HUT Banten: Siap Geruduk Polda Banten

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:03 WIB

P3B Soroti Dugaan Fee 20–25 Persen dan Pengkondisian Rekanan dalam Program Revitalisasi SMA/SMK

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:18 WIB

Monev Banprov Desa Ciodeng tim kecamatan cek fisik pembangunan paving block

Berita Terbaru