GLOBAL EXPOSE TV – PANDEGLANG, BANTEN — Dugaan penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Picung, Kabupaten Pandeglang, Banten, kembali menjadi sorotan sejumlah wali murid. Pasalnya, siswa di sekolah tersebut disebut hingga saat ini belum mendapatkan manfaat program MBG, meskipun sebelumnya penyaluran makanan bergizi tersebut sempat berjalan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, penyaluran MBG bagi siswa SMPN 1 Picung sebelumnya berasal dari SPPG Cililitan. Program tersebut disebut sempat berjalan, namun kemudian diduga tidak lagi diterima oleh pihak sekolah.
Penyaluran kemudian disebut dialihkan ke SPPG Kadupandak. Dalam prosesnya, menurut informasi yang dihimpun, sempat dilakukan mediasi yang melibatkan kepala SPPG, unsur kepolisian, Koramil, koordinator kecamatan, serta pihak mitra.
Dalam pertemuan tersebut, disebutkan telah dilakukan pembahasan mengenai jumlah penerima manfaat atau KPM yang disesuaikan dengan domisili dan wilayah pelayanan masing-masing SPPG. Bahkan, menurut informasi yang diterima awak media, pertemuan tersebut telah dituangkan dalam berita acara.
Namun, persoalan tersebut disebut belum menemukan titik penyelesaian. Menurut informasi dari pihak penyedia, ketika pihak SPPG mendatangi sekolah, muncul pembicaraan terkait penerimaan program MBG.
Dalam pertemuan tersebut, menurut keterangan yang dihimpun, pihak sekolah disebut menyampaikan bahwa daripada menerima MBG dari SPPG Cililitan, lebih baik tidak menerima program tersebut. Pihak dapur penyedia kemudian disebut meminta agar apabila memang pihak sekolah menolak, penolakan tersebut dibuat secara tertulis melalui surat resmi.
Informasi tersebut masih perlu dikonfirmasi secara langsung kepada pihak SMPN 1 Picung maupun pihak SPPG terkait untuk memastikan kronologi dan isi pembicaraan sebenarnya.
Akibat persoalan tersebut, hingga saat ini siswa SMPN 1 Picung disebut belum mendapatkan program MBG.
Kondisi itu kemudian menimbulkan pertanyaan dari sejumlah wali murid. Mereka mempertanyakan alasan sekolah tidak menerima program MBG, terlebih program tersebut ditujukan untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik.
Menurut wali murid, MBG bukan hanya memberikan makanan kepada siswa, tetapi juga membantu mengurangi beban orang tua dalam menyediakan uang jajan setiap hari.
“Dengan adanya MBG, kami sebagai orang tua sangat terbantu. Uang jajan anak bisa lebih hemat dan anak juga mendapatkan makanan bergizi,” ujar salah satu wali murid yang meminta identitasnya tidak disebutkan.
Wali murid lainnya juga mempertanyakan kejelasan status penolakan tersebut.
“Kalau memang ditolak, apa alasannya? Apakah ada surat resmi? Kami sebagai wali murid ingin mengetahui persoalan ini secara jelas. Kalau anak-anak tidak mendapatkan MBG, apakah pihak sekolah menyediakan makanan atau ada bentuk pengganti lainnya?” ungkapnya.
Pertanyaan utama kini adalah apa dasar dan alasan pihak sekolah sehingga program MBG tersebut tidak diterima. Apakah persoalan berkaitan dengan teknis distribusi, kualitas makanan, jumlah penerima, wilayah pelayanan, jadwal, atau terdapat pertimbangan lain yang belum diketahui publik?
Para wali murid berharap pihak sekolah memberikan penjelasan secara terbuka agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi berbagai spekulasi.
Mereka juga berharap komunikasi antara pihak sekolah, SPPG, pemerintah daerah, serta unsur terkait dapat kembali dilakukan untuk mencari solusi terbaik dengan mengutamakan kepentingan siswa.
Sementara itu, dugaan penolakan program MBG di SMPN 1 Picung masih memerlukan klarifikasi dari pihak sekolah. Termasuk mengenai apakah benar terdapat penolakan terhadap SPPG Cililitan dan SPPG Kadupandak, apa alasan penolakan, serta apakah pihak sekolah telah membuat surat resmi sebagai bentuk penolakan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SMPN 1 Picung belum memberikan keterangan resmi kepada awak media terkait persoalan tersebut.
Wali murid berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat turun tangan untuk memastikan persoalan tersebut segera mendapatkan kejelasan. Mereka berharap program MBG dapat terlaksana dengan baik dan siswa SMPN 1 Picung tidak kehilangan manfaat dari program tersebut.
Penulis : Iwan Gejes
Editor : Iwan Gejes
Sumber Berita: Pandeglang Banten












