Global Expose TV Kota BUTON TENGAH – Kobaran api menghanguskan dua rumah warga di Dusun Liwuto, Desa Wongko Lakudo, Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah, Minggu (6/9/2026) sore.
Di tengah kepanikan warga dan kepungan api yang semakin membesar, aksi heroik seorang remaja berusia 17 tahun menjadi perhatian. Irwan alias La Dede dengan sigap mengevakuasi seorang lansia berusia 70 tahun, Wa Naeno, yang saat itu berada di sekitar kolong rumah dan terjebak dalam situasi berbahaya.
Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 16.30 Wita. Dua rumah yang terbakar masing-masing milik Zainuddin (38), ASN Kementerian Agama, dan Wa Naeno (70), ibu rumah tangga.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun, kedua rumah mengalami kerusakan berat hingga sebagian besar bangunan hangus terbakar.
Lansia Digendong Keluar dari Kepungan Api
Momen penyelamatan terjadi ketika Wa Naeno baru saja selesai melaksanakan salat Ashar. Ia kemudian turun ke kolong rumah untuk menyapu.
Saat menoleh ke belakang, Wa Naeno melihat api telah menjalar di bagian dapur rumahnya.
Situasi menjadi semakin genting karena kobaran api dengan cepat membesar akibat tiupan angin kencang. Melihat kondisi tersebut, Irwan alias La Dede yang berada di sekitar lokasi langsung bertindak.
Tanpa menunggu lama, remaja tersebut menggendong Wa Naeno dan membawanya menuju rumah warga di seberang jalan, menjauh dari kobaran api yang semakin membesar.
Setelah memastikan Wa Naeno berada di tempat aman, Irwan bersama warga lainnya turut berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.
Namun, usaha warga menghadapi kendala. Angin kencang membuat api dengan cepat merambat dari satu bangunan ke bangunan lainnya. Material rumah yang sebagian besar terbuat dari kayu juga menyebabkan api semakin mudah membesar.
Api Diduga Berasal dari Bagian Dapur
Sementara itu, Zainuddin saat kejadian berada di dalam rumah. Sekitar pukul 16.00 Wita, ia mulai melihat kumpulan asap masuk ke dalam rumah.
Setelah memastikan kondisi sekitar, Zainuddin mengetahui api telah merambat ke bagian rumahnya.
Dalam kondisi panik, ia berusaha menyelamatkan sejumlah barang penting. Zainuddin terlebih dahulu mengambil dokumen berupa ijazah dari dalam lemari, kemudian mengambil kunci sepeda motor dan mengamankan kendaraannya yang berada di bawah kolong rumah.
Bersama warga, ia sempat berusaha memadamkan api secara manual sebelum menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Berdasarkan keterangan awal saksi, api diduga berasal dari bagian dapur rumah milik Wa Naeno. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian.
Dua Mobil Damkar Dikerahkan
Tak lama kemudian, dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Buton Tengah tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman.
Personel Polsek Lakudo bersama masyarakat turut membantu proses pemadaman, mengamankan lokasi, serta menangani situasi di sekitar tempat kejadian.
Sekitar pukul 18.00 Wita, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan.
Meski demikian, dua rumah warga mengalami kerusakan berat. Sebagian bangunan yang terbuat dari kayu terbakar habis, sementara bagian bangunan lainnya yang menggunakan konstruksi beton juga mengalami kerusakan akibat kebakaran.
Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp216 juta. Rumah milik Zainuddin diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp130 juta, sedangkan rumah Wa Naeno sekitar Rp85 juta, ditambah uang tunai Rp1 juta yang turut terbakar.
Polisi Pasang Garis Polisi
Kapolsek Lakudo IPDA Muhammad Ade Tandra, S.I.P., M.H., mengatakan personel kepolisian telah mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara, membantu proses pemadaman, mendata kerugian, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.
“Penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan. Kami juga telah memasang garis polisi di lokasi untuk kepentingan penanganan dan penyelidikan lebih lanjut,” ujar IPDA Muhammad Ade Tandra.
Menurutnya, kondisi bangunan yang sebagian besar berbahan kayu, ditambah cuaca panas dan angin kencang, menjadi faktor yang membuat api cepat membesar dan merambat.
Polisi juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi kemarau panjang yang meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.
Masyarakat diminta berhati-hati terhadap berbagai aktivitas yang dapat memicu api, termasuk pembakaran sampah maupun material lainnya.
Kepala desa dan perangkat pemerintahan setempat juga diharapkan terus mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya langkah pencegahan kebakaran.
Musibah di Wongko Lakudo ini menjadi pengingat bahwa api kecil dapat berubah menjadi bencana dalam hitungan menit ketika berhadapan dengan cuaca panas dan angin kencang.
Namun, di balik dua rumah yang hangus terbakar, terselip kisah kemanusiaan yang patut diapresiasi. Keberanian Irwan alias La Dede menyelamatkan Wa Naeno menunjukkan bahwa kepedulian dan keberanian warga dapat menjadi penyelamat di tengah situasi darurat.
Penulis : S bahri dan team
Editor : Korwil
Sumber Berita: Kebakaran Lahap Dua Rumah di Wongko Lakudo, Remaja 17 Tahun Selamatkan Lansia di Tengah Kepungan Api












