Wakapolri: Jejaring Pusat Studi Kepolisian Tembus 100, Green Policing Diperkuat di Riau

Sabtu, 19 September 2026 - 06:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expose TV Kota PEKANBARU – Jejaring akademik di bidang ilmu kepolisian terus diperluas. Universitas Riau (UNRI) bersama Polda Riau meresmikan Pusat Studi Kepolisian Bidang Lingkungan (Green Policing) di Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Riau, Pekanbaru, Jumat (18/9/2026).

Peresmian tersebut menjadi bagian dari penguatan kolaborasi antara Polri dan perguruan tinggi dalam membangun praktik kepolisian yang berbasis penelitian, data, serta ilmu pengetahuan, khususnya dalam merespons persoalan keamanan dan lingkungan.

Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., mengatakan kehadiran Pusat Studi Kepolisian di berbagai perguruan tinggi merupakan bagian dari transformasi Polri yang menempatkan ilmu pengetahuan sebagai salah satu fondasi dalam pengembangan institusi.

“Keikutsertaan perguruan tinggi merupakan langkah penting untuk memperluas jejaring kolaborasi akademis di bidang ilmu kepolisian serta memperkuat Tridharma Perguruan Tinggi dan mendukung transformasi Polri,” kata Dedi.

Hingga 18 September 2026, jejaring Pusat Studi Kepolisian telah mencakup 79 perguruan tinggi negeri dan swasta (PTN/PTS) serta 21 pusat studi di lingkungan STIK Lemdiklat Polri.

Dengan demikian, terdapat 100 Pusat Studi Kepolisian yang telah dan sedang dikembangkan. Sebanyak 57 pusat studi telah diresmikan atau beroperasi, sementara 43 lainnya masih dalam tahap pembangunan.

Menurut Dedi, pengembangan pusat studi tidak boleh berhenti pada pembentukan kelembagaan. Pusat studi harus menjadi ruang bertemunya pengalaman praktis kepolisian dengan penelitian dan kajian akademis.

“Praktik kepolisian perlu didasari dengan uji hipotesis ilmiah melalui kajian dan riset sehingga menghasilkan praktik terbaik, tidak mengandalkan intuisi institusional,” ujarnya.

Green Policing Jadi Fokus Strategis di Riau

Pusat Studi Kepolisian Bidang Lingkungan di Universitas Riau menjadi salah satu bentuk konkret pengembangan jejaring akademik tersebut.

Kehadiran pusat studi ini sekaligus membawa konsep Green Policing ke dalam ruang penelitian dan pengembangan ilmu kepolisian, terutama untuk menjawab kompleksitas persoalan lingkungan di Riau.

Sejumlah persoalan seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla), illegal mining, illegal logging, kerusakan ekosistem, hingga berbagai bentuk kejahatan lingkungan membutuhkan penanganan yang tidak hanya mengandalkan tindakan di lapangan, tetapi juga dukungan data dan kajian ilmiah.

Melalui pusat studi tersebut, berbagai persoalan diharapkan dapat dikaji secara sistematis untuk menghasilkan data, penelitian, rekomendasi kebijakan, serta model penanganan yang dapat diterapkan dalam praktik kepolisian.

Rektor Universitas Riau Prof. Dr. Sri Indarti, S.E., M.Si., mengatakan kekuatan akademik perguruan tinggi dan pengalaman kepolisian dapat saling melengkapi dalam mencari solusi atas persoalan yang berkembang di masyarakat.

“Melalui kolaborasi ini, kami berharap Universitas Riau dan jajaran kepolisian dapat melahirkan berbagai solusi inovatif yang berbasis riset sekaligus relevan dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan menegaskan pusat studi harus mampu mengubah persoalan nyata di lapangan menjadi pengetahuan yang dapat digunakan sebagai dasar kebijakan.

“Pusat Studi yang kita resmikan hari ini diharapkan mampu menghasilkan data sebagai dasar penelitian, melahirkan pengetahuan sebagai pijakan kebijakan, serta menghadirkan kebijakan berbasis bukti yang memperkuat praktik kepolisian dan perlindungan lingkungan,” ujar Herry.

Ia menambahkan, proses tersebut harus berjalan secara berkelanjutan sehingga perlindungan lingkungan tidak sekadar menjadi program, tetapi berkembang menjadi bagian dari budaya kelembagaan.

Dari Evidence-Based Policing Menuju Green Policing

Perkembangan jejaring Pusat Studi Kepolisian kini mencakup beragam bidang, mulai dari ilmu kepolisian, pemolisian masyarakat, teknologi kepolisian, siber, terorisme, antikorupsi, keamanan nasional, lalu lintas, kehumasan, forensik, sumber daya manusia, perlindungan perempuan dan anak, intelijen keamanan, lingkungan hingga kepemudaan.

Wakapolri mengingatkan agar perluasan jejaring tersebut diikuti dengan produktivitas akademik dan kontribusi nyata terhadap persoalan kepolisian.

“Jangan berhenti pada pembentukan kelembagaan, tetapi hadirkan riset, gagasan, pemikiran-pemikiran kritis, dan rekomendasi yang dapat menjawab permasalahan nyata di lapangan,” tegasnya.

Dengan arah tersebut, 100 Pusat Studi Kepolisian diharapkan berkembang menjadi jejaring pengetahuan yang menghubungkan persoalan lapangan, penelitian, data, kebijakan, dan praktik kepolisian.

Jejaring ini sekaligus memperkuat pendekatan evidence-based policing, yakni mendorong setiap kebijakan dan praktik kepolisian memiliki landasan pengetahuan serta bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dari Evidence-Based Policing hingga Green Policing, kolaborasi Polri dan perguruan tinggi diarahkan untuk membangun siklus pengetahuan yang berkelanjutan: persoalan nyata menjadi objek penelitian, penelitian menghasilkan pengetahuan, dan pengetahuan diterjemahkan menjadi solusi yang relevan bagi masyarakat.

Facebook Comments Box

Penulis : S bahri dan team

Editor : Korwil

Sumber Berita: Wakapolri: Jejaring Pusat Studi Kepolisian Tembus 100, Green Policing Diperkuat di Riau

Berita Terkait

Kompolnas Dorong Polri Bongkar Sindikat Narkotika, Penegakan Hukum Diarahkan pada Jaringan dan Aktor Pengendali
Polri Sukses Gelar Dua Kejuaraan Indoor Skydiving Internasional, Wind Tunnel Brimob Jadi Panggung Atlet Dunia
Polres Buton Tangani Dugaan Pencabulan Anak, Guru Honorer Ditetapkan Tersangka
382 Peserta dari 20 Negara, Cikeas Jadi Panggung Indoor Skydiving Dunia
FASI Apresiasi Polri, Cikeas Jadi Panggung Indoor Skydiving Asia
Kapolri Apresiasi Buruh, Dorong Desk Ketenagakerjaan Polri Masuk Revisi UU
Kapolri Dorong Pekerja Kuasai Teknologi dan Tingkatkan Kompetensi Hadapi Transformasi Industri
UMI dan Unhas Perkuat Ekosistem Ilmu Kepolisian, Hadapi Kompleksitas Zaman
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 17:42 WIB

Kompolnas Dorong Polri Bongkar Sindikat Narkotika, Penegakan Hukum Diarahkan pada Jaringan dan Aktor Pengendali

Senin, 21 September 2026 - 14:12 WIB

Polri Sukses Gelar Dua Kejuaraan Indoor Skydiving Internasional, Wind Tunnel Brimob Jadi Panggung Atlet Dunia

Sabtu, 19 September 2026 - 06:43 WIB

Polres Buton Tangani Dugaan Pencabulan Anak, Guru Honorer Ditetapkan Tersangka

Sabtu, 19 September 2026 - 06:18 WIB

Wakapolri: Jejaring Pusat Studi Kepolisian Tembus 100, Green Policing Diperkuat di Riau

Kamis, 17 September 2026 - 14:54 WIB

382 Peserta dari 20 Negara, Cikeas Jadi Panggung Indoor Skydiving Dunia

Berita Terbaru