Global Expose TV Kabupaten Labuhan Batu Utara – Dunia pemerintahan desa kembali tercoreng. Seorang Kader PKK Desa Batu Tunggal bernama Longgom Hasibuan diduga melakukan penghinaan kasar terhadap seorang warga, M.P (53), dengan menyebutnya “Heee… dasar perempuan gatal!” tepat pada momentum Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2025 sekitar pukul 14.00 WIB.
Perlakuan tak pantas itu terjadi saat M.P tengah mengurus KTP anaknya di Kantor Kepala Desa Batu Tunggal, Kecamatan NA IX–X, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Bukan pelayanan yang didapat, justru caci maki dari oknum perangkat desa tersebut.
Merasa dipermalukan, M.P kemudian melaporkan kejadian itu kepada suaminya, Daud Rinaldy Rangkuti, Reporter Global Expose TV Labuhanbatu. Kepada redaksi, Daud menegaskan bahwa istrinya mengalami penghinaan serius yang mencoreng martabat keluarga dan melecehkan wibawa warga desa.
LSM dan Aktivis Angkat Suara: “Copot Jabatan Longgom Hasibuan Sekarang Juga..!!!”, Reporter Global Expose TV meminta tanggapan dari Ketua DPD LSM TAWON, Ramces Sihombing, serta Ketua P3HN, P. Sipahutar, mengenai sikap tidak etis oknum perangkat desa tersebut.
Keduanya kompak mengecam keras tindakan Longgom Hasibuan. “Ini perilaku yang mencoreng nama baik Desa Batu Tunggal se-Indonesia. Tidak ada etika, tidak ada tatakrama! Kami minta Bupati Labura, Hendrik Sitorus, segera mencopot jabatan Longgom Hasibuan,” tegas mereka.
LSM menilai tindakan penghinaan itu bukan hanya merusak kehormatan korban, tetapi juga memalukan institusi desa yang seharusnya melayani masyarakat dengan ramah dan bermartabat.
Kepala Desa ‘Menghilang’ Saat Dimintai Konfirmasi,” Upaya konfirmasi kepada Kepala Desa Batu Tunggal, Indra Sugianto, dilakukan melalui telepon seluler, video call, hingga pesan WhatsApp pada 29 Oktober 2025. Namun, semua upaya itu tak mendapat respons.
Baru pada Jumat, 7 November 2025 pukul 10.30 WIB, Indra Sugianto akhirnya menghubungi Reporter Global Expose TV, Daud Rinaldy Rangkuti.
Dalam keterangannya, Indra mengatakan bahwa pihak desa telah memanggil Longgom Hasibuan untuk dimintai klarifikasi.
Namun, anehnya, korban justru tidak pernah dipanggil. “Klarifikasi dilakukan sebelah pihak hanya terhadap Longgom Hasibuan sementara M.P sebagai pihak yang dihina tidak diberi kesempatan memberikan keterangan.
Penulis : Daud Rinaldy Rangkuty
Editor : Sukadi
Sumber Berita: Bupati Diminta Turun Tangan..!!! Oknum Kader PKK Batu Tunggal Hina Warga dengan Sebutan “Perempuan Gatal” di Hari Sumpah Pemuda












