Global Expose TV – Kabupaten Labuhan batu Selatan – Dua wartawan yang sedang melakukan investigasi terkait dugaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Aparat Penegak Hukum (APH) di Kabupaten Labuhanbatu Selatan pada Jumat, 24 Agustus 2024, mendapat ancaman kekerasan saat melakukan konfirmasi di lokasi kejadian di Dusun Sialang Pamoran, Desa Mendala Sena, Kecamatan Selangkitang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan.
Menurut informasi yang diperoleh, kedua wartawan dari media terbitan Jakarta ini, yang berinisial M dan P, melakukan investigasi pada Minggu, 25 Agustus 2024, sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka tiba di lokasi dan singgah di sebuah warung kopi yang berada tepat di seberang rumah tempat diduga terjadi OTT.
Setelah selesai minum kopi, salah satu wartawan mendatangi rumah tersebut untuk melakukan konfirmasi terkait informasi OTT. Ketika berada sekitar tiga meter dari pintu rumah, wartawan itu mengucapkan salam dan bertanya kepada seorang gadis di dalam rumah. Gadis tersebut memanggil ibunya yang kemudian keluar dan, setelah melihat wartawan, mulai berteriak memanggil seorang pria.
Pria tersebut, yang diduga memiliki hubungan dengan mantan Kepala Desa SD, datang dengan membawa golok dan mengancam wartawan tersebut. Sempat terjadi adu mulut, dan saat itulah gadis tersebut merampas ponsel wartawan itu. Pria tersebut mengancam akan melukai wartawan dengan golok sambil berteriak agar mereka segera pergi dari lokasi.
Wartawan yang terancam akhirnya meninggalkan lokasi dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Selangkitang. Mereka berbicara dengan Kanit Reskrim Ipda Dede, yang segera menugaskan tim reskrim untuk turun ke lokasi. Namun, sebelum tim tiba, seorang oknum TNI yang dikenal baik dengan para wartawan menghubungi mereka dan menyatakan telah mengambil ponsel yang dirampas. Oknum TNI tersebut juga meminta maaf atas insiden tersebut, menyebutkan bahwa SD, pemilik rumah, adalah temannya.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui berapa orang yang terlibat dalam OTT tersebut dan apa modus operandi yang digunakan. Pihak Polres dan Kejaksaan telah mengonfirmasi adanya OTT, namun masih dalam tahap penyelidikan. “Sabar dulu, rilis pers akan kami gelar,” ujar perwakilan aparat penegak hukum.
Penulis : Mirwan Hasibuan
Editor : Sukadi
Sumber Berita: Dua Wartawan Terancam Golok Saat Konfirmasi OTT di Sialang Pamoran, HP Dirampas












