Geger Karawang! Ibu Hamil dan Bayinya Meninggal di RS Hastien, Diduga Malpraktik: Dr. Weldy Sentil Janji Presiden Soal Asta Cita

Selasa, 5 Agustus 2025 - 21:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expose TV Kabupaten Karawang – Tragedi memilukan kembali mengguncang hati nurani publik. Seorang ibu hamil bernama Yolanda bersama bayi yang dikandungnya, meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis di Rumah Sakit Hastien, Rengasdengklok, Kabupaten Karawang. Peristiwa ini memicu gelombang kemarahan masyarakat dan mencuatkan dugaan kuat terjadinya malpraktik serta salah diagnosis oleh pihak rumah sakit.

Yang semakin menambah kekecewaan publik, pihak rumah sakit disebut tidak menyediakan ambulans untuk mengantar jenazah ke rumah duka. Keluarga korban pun terpaksa menggunakan ambulans milik desa. Perlakuan ini dinilai tidak manusiawi dan mencederai nilai-nilai kemanusiaan yang seharusnya dijunjung tinggi oleh institusi layanan kesehatan.

Menanggapi polemik ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang bergerak cepat dengan memfasilitasi forum klarifikasi antara pihak keluarga korban dan manajemen RS Hastien pada Selasa, 5 Agustus 2025. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Desa Kutakarya Hendri, kuasa hukum keluarga, sejumlah awak media dari PWI Karawang, serta DPD AWIBB Jawa Barat. Turut hadir pula empat perwakilan dari Dinkes Karawang.

Dalam forum tersebut, Suparman, SH, kuasa hukum keluarga almarhumah, mengeluarkan pernyataan keras:

“Ini bukan sekadar kelalaian medis. Ini tragedi nyawa! Dan yang lebih menyakitkan, setelah meninggal pun, rumah sakit tak memfasilitasi ambulans. Di mana hati nurani mereka?” tegas Suparman.

Sementara itu, Raja Simatupang, Ketua DPD AWIBB Jawa Barat, menyerukan agar tragedi ini menjadi peringatan keras bagi semua fasilitas kesehatan, terutama bagi mereka yang melayani pasien pengguna BPJS.

“Sudah terlalu lama rakyat kecil menjadi korban sistem yang abai. Jika negara terus diam, maka keadilan hanyalah ilusi!” ujarnya lantang.

Dari unsur pemerintah, pernyataan datang dari Dr. La Ode Ahmad, perwakilan Dinas Kesehatan Karawang, yang mengaku sangat prihatin atas kejadian ini dan menyatakan komitmen penuh untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

“Kami tidak bisa menoleransi kematian yang disebabkan oleh dugaan kesalahan layanan medis. Evaluasi akan kami lakukan secara menyeluruh,” tegas Dr. La Ode.

Namun pernyataan paling tajam datang dari Dr. Weldy Jevis Saleh, SH, MH, Ketua Tim Hukum Merah Putih Jawa Barat.

“Ini bukan hanya dugaan malpraktik, ini adalah potensi kejahatan medis sistemik! Kami mendesak Bupati Karawang untuk segera turun tangan. Jangan abaikan tangisan rakyat kecil!”

Dr. Weldy juga menyinggung Asta Cita, program prioritas nasional yang dicanangkan Presiden, di mana kesehatan rakyat dijadikan salah satu pilar utama.

“Kalau nyawa rakyat miskin masih saja diabaikan, maka Asta Cita hanya akan menjadi dokumen kosong – tanpa makna, tanpa keberpihakan!”

Forum klarifikasi yang sempat berlangsung dalam suasana tegang itu akhirnya ditutup dengan dialog terbuka. Namun bagi masyarakat, keadilan belum ditegakkan. Mereka tidak sekadar menuntut permintaan maaf, tapi penegakan hukum, evaluasi sistem kesehatan, serta reformasi layanan BPJS yang dinilai sering kali bersifat diskriminatif.

DPD AWIBB Jawa Barat berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Tragedi yang menimpa almarhumah Yolanda tidak boleh berlalu begitu saja. Ia harus menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan dalam layanan kesehatan dan pemicu reformasi menyeluruh agar tragedi serupa tidak terulang kembali.

 

Facebook Comments Box

Penulis : Agus Marpaung

Editor : Sukadi

Sumber Berita: Geger Karawang! Ibu Hamil dan Bayinya Meninggal di RS Hastien, Diduga Malpraktik: Dr. Weldy Sentil Janji Presiden Soal Asta Cita

Berita Terkait

Penggerebekan di Sejumlah Lokasi Diduga Transaksi Narkoba, Polisi Kerap Pulang Tanpa Tangkapan
Dua Tahun Belakangan, Silangkitang Sepi dari Pemberitaan Peredaran Narkotika
Dugaan Peredaran Sabu di Pajak Hongkong dan Aek Matio Disorot, Polisi Diminta Jangan Diam dan Turun ke Lokasi
Brimob Polda Metro Jaya Amankan Empat Remaja dan 13 Klip Diduga Ganja di Jakut
Diduga Transaksi Sabu Terang-terangan di Pardamean, Ada Apa dengan Polres Labuhanbatu?
Polsek Kampung Rakyat tidak Tanggung Tanggung Ringkus Pemuda di Perkebunan Sawit l1,95 Gram Sabu Diamankan
Satresnarkoba Polres Labusel Ringkus J di Kampung Raja, Diduga Terlibat Narkotika
Dugaan Peredaran Sabu di Negeri Lama Disorot, Nama Doni, Topik, Balga dan Inisial DL Disebut Warga
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 23:54 WIB

Penggerebekan di Sejumlah Lokasi Diduga Transaksi Narkoba, Polisi Kerap Pulang Tanpa Tangkapan

Jumat, 18 September 2026 - 14:04 WIB

Dua Tahun Belakangan, Silangkitang Sepi dari Pemberitaan Peredaran Narkotika

Sabtu, 12 September 2026 - 21:34 WIB

Dugaan Peredaran Sabu di Pajak Hongkong dan Aek Matio Disorot, Polisi Diminta Jangan Diam dan Turun ke Lokasi

Kamis, 10 September 2026 - 17:54 WIB

Brimob Polda Metro Jaya Amankan Empat Remaja dan 13 Klip Diduga Ganja di Jakut

Kamis, 10 September 2026 - 08:24 WIB

Diduga Transaksi Sabu Terang-terangan di Pardamean, Ada Apa dengan Polres Labuhanbatu?

Berita Terbaru