Global Expose TV Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur – 18 Januari 2026. Masyarakat Liprak wetan khususnya Warga Dusun Kokon, kecamatan Banyuanyar, kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menunjukkan kekompakan mereka pasca penayangan pemberitaan sebelumnya terkait sumur bor yang diduga dialihkan dari air minum menjadi irigasi. Pada tanggal 18 Januari 2026, warga setempat menandatangani surat pernyataan bersama yang menyatakan keberatan mereka terhadap pengalihan sumur bor tersebut.
Surat pernyataan tersebut ditandatangani oleh 43 orang dari masing-masing KK, yang menyatakan bahwa mereka membutuhkan air minum, bukan irigasi. “Yang bertanda tangan di bawah ini, kami warga Desa Liprak Wetan dusun Kokon merasa keberatan adanya sumur bor (air bersih) yang diduga dialihkan menjadi sumur bor irigasi (mengairi sawah) yang kami butuhkan adalah air minum,” isi dalam surat pernyataan tersebut.
Aksi solidaritas warga Dusun Kokon ini menunjukkan bahwa mereka tidak akan diam saja ketika hak-hak mereka diabaikan. Mereka telah menunjukkan bahwa mereka memiliki suara dan akan memperjuangkan hak-hak mereka dengan cara yang damai dan demokratis.
Menanggapi surat pernyataan bersama warga desa Liprak Wetan, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Brigkom Tapal Kuda Nusantara, “Reza Kurniawan”, menegaskan bahwa surat pernyataan tersebut semakin memperkuat dugaan penyalahgunaan anggaran.
“Surat pernyataan dari warga semakin memperkuat dugaan penyalahgunaan anggaran. Surat pernyataan bersama yang dibuat oleh warga setempat, membuat dugaan kami semakin kuat. Sudah jelas pengakuan warga saat reses dengan mantan anggota DPRD kabupaten Probolinggo ‘Usman’ yang dibutuhkan Sumur bor untuk air minum bukan sumur bor untuk irigasi,” Ungkapnya.
Reza Kurniawan juga meminta oknum pemerintah desa Liprak Wetan untuk membuat klarifikasi secara detail dan transparan kepada publik jika dugaan mereka dianggap salah,imbuhnya.
“Jika dugaan kami dianggap salah, monggo membuat klarifikasi kepada media yang bersangkutan. Di situ kan ada hak koreksi ada hak jawab. Namun, klarifikasi nya harus detail. Berapa harga borongan per meternya? Berapa kedalamannya? Menggunakan paralon berapa inci? Harga meteran listrik dan harga Sibel. Agar transparan dan publik tau,” pungkasnya.
Dengan aksi solidaritas ini, warga Dusun Kokon berharap bahwa pemerintah desa Liprak Wetan akan mendengarkan aspirasi mereka dan mengambil tindakan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan air minum masyarakat,” Pungkasnya.
Penulis : Abdul Hadi
Editor : Sukadi
Sumber Berita: HEBOH...!!! Masyarakat Liprak Wetan Mengutuk Keras, Buat Pernyataan Menolak Sumur Bor Untuk Irigasi












