Mahasiswa GERAM Labuhanbatu Raya Ancam Turun Aksi, Kecam Mafia Ilegal Logging

Jumat, 5 September 2025 - 21:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expose TV Ksbupaten Labuhanbatu Utara – Dugaan praktik ilegal logging di kawasan hutan register Desa Poldung, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara, semakin menuai sorotan. Kali ini, giliran mahasiswa yang menyatakan sikap keras menolak pembiaran atas maraknya aktivitas mafia kayu di wilayah tersebut.

Pimpinan Umum Gerakan Revolusi Aktivis Mahasiswa (GERAM) Labuhanbatu Raya, Jepril Harefa, mengecam keras aktivitas penebangan liar yang diduga dilakukan oleh AM mafia kayu di Desa Poldung. Ia menilai, praktik ilegal logging tersebut tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga merugikan negara serta mengancam kehidupan masyarakat di sekitar hutan.

“Kami mengecam dugaan ilegal logging di Aek Natas. Jika aparat penegak hukum dan UPT KPH Wilayah V tidak segera bertindak, maka kami mahasiswa akan turun melakukan aksi damai,” tegas Jepril kepada wartawan, Jumat (5/9/2025).

Jepril menambahkan, aksi damai itu rencananya akan digelar minggu depan di depan Polres Labuhanbatu serta kantor UPT KPH Wilayah V Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara yang berlokasi di Aek Kanopan. Aksi tersebut, katanya, merupakan bentuk kekecewaan mahasiswa terhadap lambannya respon aparat dalam menyelidiki dugaan praktik mafia kayu di Desa Poldung.

Menurut GERAM Labuhanbatu Raya, maraknya alat berat dan truk pengangkut kayu yang bebas keluar-masuk kawasan hutan menandakan adanya dugaan pembiaran oleh pihak berwenang. “Jika hal ini terus dibiarkan, kami menduga ada kekuatan besar atau beking di balik mafia kayu tersebut,” tambahnya.

Mahasiswa juga menegaskan bahwa negara wajib hadir untuk melindungi hutan sesuai amanat UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dan UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Selain itu, mereka mendesak Gakkum KLHK segera turun tangan menindak tegas para pelaku.

Aksi damai yang akan digelar GERAM diharapkan menjadi momentum tekanan publik agar aparat penegak hukum tidak lagi menutup mata. “Kami akan kawal persoalan ini sampai mafia kayu diusut dan aktor intelektualnya diproses hukum,” pungkas Jepril.

Facebook Comments Box

Penulis : Ramses Sihombing

Editor : Sukadi

Sumber Berita: Mahasiswa GERAM Labuhanbatu Raya Ancam Turun Aksi, Kecam Mafia Ilegal Logging

Berita Terkait

Anggaran Jalan Sisingamangaraja Rp7,9 Miliar Disorot Tajam, DPP LSM SEPRAKYAT Desak PUPR Buka RAB dan Volume Pekerjaan
HUT ke-81 TNI, Polsek Jajaran Polres Labusel Sambangi Koramil 11 Kotapinang dan Subdenpom, Perkuat Sinergitas TNI-Polri
Proyek Peningkatan Jalan SM Raja Rp 7,9 Miliar Dipertanyakan, DPP LSM SepRakyat Dorong Transfaransi RAB  
Mampukah Kapoldasu Basmi Peredaran Narkotika dan Dugaan Mafia CPO di Sumut?
PCNU Labusel Gelar Konsolidasi di Barus, Ziarah ke Makam Syekh Mahmud dan Perkuat Arah Organisasi Lima Tahun ke Depan
Dugaan Aktivitas CPO Ilegal di Pinang Awan Disorot, Warga Desak Kapoldasu Turun Tangan
Polsek Kampung Rakyat Amankan Pria di Perkebunan Sawit, Tiga Paket Sabu 1,46 Gram Turut Disita
Warga Resah, Dugaan Peredaran Sabu di Teluk Binje dan Sonomartani Diminta Segera Diselidiki
Berita ini 133 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:14 WIB

HUT ke-81 TNI, Polsek Jajaran Polres Labusel Sambangi Koramil 11 Kotapinang dan Subdenpom, Perkuat Sinergitas TNI-Polri

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Proyek Peningkatan Jalan SM Raja Rp 7,9 Miliar Dipertanyakan, DPP LSM SepRakyat Dorong Transfaransi RAB  

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Mampukah Kapoldasu Basmi Peredaran Narkotika dan Dugaan Mafia CPO di Sumut?

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:46 WIB

PCNU Labusel Gelar Konsolidasi di Barus, Ziarah ke Makam Syekh Mahmud dan Perkuat Arah Organisasi Lima Tahun ke Depan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:43 WIB

Dugaan Aktivitas CPO Ilegal di Pinang Awan Disorot, Warga Desak Kapoldasu Turun Tangan

Berita Terbaru