Global Expose TV Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim -Para guru di sekolah mengajari anak anak didiknya berkarakter, bagaimana cara mencintai lingkungan sehingga elemen kecinta kepada alam dan cinta kepada Allah itu bisa diemplementasikan ke dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pacasila di sebut (P5), hal ini dijelaskan Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 028 Penajam, Frantina Hendwi Sulistyani S.Pd, Jum’at (21Mei 2024).
SDN 028 Penajam beralamat Desa Girimukti, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) ini luncurkan acara Gelar Karya, Projek Penguatan Profil Pelajar Pacasila (P5) yang bertema gaya hidup berkelanjutan dan kearifan lokal, judul Kreasi, Mandiri dan Gotongroyong Melestarikan Bumi, bagi Semester 1 dan 2.
“Untuk semerter 1 dan 2 dimana fokus projecknya adalah telang, dari beberapa bahan dasar bunga telang ini dijadikan berbagai macam produk, ada yang berupa hasil karya ada yang dibuat berbagai macam masakan, anak-anak kita libatkan berproses di sana dengan berbagai bahan tersebut untuk diemplementasikan kepada P5 tersebut,”jelas Fratina Hendwi.
Kemudian yang berikutnya tambah dia, adalah kearifan lokal, sekolahnya mengambil fokus projek-nya adalah ecoprint dengan iron blanket, yang mana pihaknya punya kerjasama dengan sebuah organisasi dalam hal ini kata dia masih didampingi, bahan dasarnya adalah yang ada di sekitar lingkungan sekolah kemudian diolah menjadi kerajinan batik, dengan ini anak-anak diharapkan bisa berproses dan belajar mandiri.
Kegiatan tersebut dibimbing koordinator kelas 4 dan 5, perwakilan dari kelas 5 dianggap telah trampil dalam berproses pada kegiatan ini, maka pembuatan ecoprit ini rencana ke depannya akan dibrandingkan sebagai branding sekolah, kebetulan lanjutnya pihak sekolah bekerjasama dengan wali murid yang berpartisipasi menjadikan branding tersebut.
“Berbicara bahan telang adalah jenis tanaman, prosesnya didasari konsep dari Adiwiyata dengan menanam tumbuh-tumbuhan melalui proses pembibitan, kemudian dari yang sudah ada itu kami olah sesuai apa yang menjadi isu lingkungan yang ada di sekolah ini, kebetulan kami lebih ke pohon telang, itu adalah tanaman yang bunganya berwarnanya ungu, dan bisa diolah menjadi minuman, menjadi berbagai makanan, misalnya puding, kemudian kelepon dan sebagainya, mudah-mudahan mereka punya pengalaman yang menyenangkan, agar nantinya mereka bisa mengemplementasikan di rumahnya masing-masing,” terang Frantina Henwi.
Frantina menambahkan, ecoprint iron blanket adalah tehnik pounding, prosesnya bahan dipukul pukul sembari menggunakan air blanket, yaitu airnya berasal dari tumbuhan juga, kemudian direbus dari situ anak anak diajari merebus menjadikan blanket dari tamana tertentu, kemudian kain yang digunakan untuk membatik dimasukkan ke air tersebut dengan bahan dasar kain yang dibawahnya, kain yang sudah dimordan, nanti dibawah itu ditempeli dengan tanam tanaman atau dedaunan, kemudian dari blanketnya tadi ditaruh diatasanya, dilapisi plastik dan diinjak injak kemudian digulung dan diikat seperti buras lalu dikukus selama dua jam jadilah kain batik.
“Soal kearifan lokal kita melihat bagaimana isu di sekolah kami masukkan dan kami eratkan dengan isu isu lingkungan, karena kita harapkan dari sekolah itulah terwujudnya peserta didik yang berkarakter, cerdas trampil, berwawasan lingkungan berdasarkan iman dan takwa,” tutup Frantina Hendwi Sulistyani.
Penulis : Iskandar/Edison Jalal
Editor : Sukadi
Sumber Berita: SDN 028 Kabupaten Penajam Paser Utara












