Sejarah Awal Pemekaran Kabupaten Labuhanbatu: Peran Putra-Putri Daerah dari Medan dan Jakarta

Selasa, 8 April 2025 - 19:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Global Expose TV Kabupaten Labuhan Batu Selatan –  April 2025, Gagasan pemekaran Kabupaten Labuhanbatu menjadi tiga wilayah otonom berawal dari semangat dan kepedulian para putra-putri asal Labuhanbatu yang berdomisili di Medan dan Jakarta. Khusus untuk wilayah Labuhanbatu Selatan (Labusel), terdapat dua tokoh penting yang berperan sebagai penggagas awal, yaitu Rivai Nasution dan Drs. H. Riduan Siregar.

Berdasarkan kajian terhadap Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 129, disimpulkan bahwa wilayah yang terdiri dari lima kecamatan sudah memenuhi syarat untuk membentuk satu kabupaten baru. Kelima kecamatan tersebut adalah:

1. Kecamatan Kotapinang

2. Kecamatan Torgamba

3. Kecamatan Kampung Rakyat

4. Kecamatan Sei Kanan

5. Kecamatan Silangkitang

 

Pada tahun 2002, Rivai Nasution datang ke kediaman H. Rustam Nasution di Jalan Labuhan, Kotapinang, untuk membahas rencana pemekaran tersebut. Saat itu, saya, Mirwan Hasibuan, turut mendampingi H. Rustam. Dalam pertemuan itu, Rivai Nasution menyerahkan berkas dan dokumen penting sebagai pedoman perjuangan pemekaran Kabupaten Labuhanbatu.

Setelah terjadi kesepakatan awal, disepakati untuk mengundang tokoh-tokoh masyarakat dari wilayah Kotapinang guna membahas lebih lanjut rencana pemekaran. Pertemuan pertama digelar di kediaman H. Tamlihon Nasution, yang sebelumnya telah saya temui dan menyatakan kesediaannya menjadi tuan rumah. Untuk membantu pelaksanaan pertemuan, saya mengajak H. Ahmad Dewani Harahap guna mengundang para tokoh masyarakat.

Pertemuan yang kemudian disebut sebagai “Tim Kecil” ini dihadiri oleh kurang lebih 20 tokoh masyarakat, antara lain:

1. H. Mursir Nasution

2. Tukka Tua Pardosi

3. H. Rivai Nasution

4. H. Fii Nasution

5. Ust. Asli Pulungan

6. H. Sukri Nasution

7. Suarno

8. T.K. Tampubolon

9. Kidam Nasution

10. Ust. Amir Harahap

11. Darmadi

12. H. Ziban

13. H. Tamlihon Nasution

14. Mirwan Hasibuan

15. H. Ahmad Dewani

16. Amren Hasibuan

17. Aman Hasibuan

18. H. Efrin Harahap

19. Amir Pane

20. Beberapa tokoh lainnya

 

Dalam pertemuan tersebut, seluruh peserta menyatakan dukungan terhadap rencana pemekaran Kabupaten Labuhanbatu.

Untuk memperluas jangkauan dan melibatkan perwakilan dari lima kecamatan, dibentuklah tim koordinasi yang diketuai oleh H. Tamlihon Nasution dengan saya, Mirwan Hasibuan, sebagai sekretaris. Tujuan utama tim ini adalah mengundang tokoh-tokoh masyarakat dari lima kecamatan untuk rapat besar kedua, yang dilaksanakan di kediaman H. Rustam Nasution.

Dalam pertemuan kedua tersebut, hadir perwakilan dari berbagai kecamatan, di antaranya:

Kecamatan Torgamba: Ir. Miran Widodo, Bangun Harahap, H. Suseno

Kecamatan Kampung Rakyat: Ramlan Lubis, H. Parlindungan, Rayalan

Kecamatan Sei Kanan: H. Fatahunur Ritonga, Romali Siregar, Samsul Sihite

Kecamatan Silangkitang: Abdul Wahab dan beberapa rekannya

Dari hasil pertemuan ini, terbentuklah Tim Masyarakat Pendukung Pemekaran Labuhanbatu (MPPL) dengan susunan kepengurusan sebagai berikut:

Ketua: H. Rustam Nasution

Sekretaris: Muhammad Yunus Nasution

Bendahara: H. Fazar Bangun

Anggota: Kasmi Jamrin Ritonga, Rizar Sembiring, dan tokoh lainnya

Tim ini kemudian bergerak menyampaikan aspirasi dan berkas pemekaran kepada DPRD Labuhanbatu, yang saat itu diketuai oleh Dahlan Hasibuan (periode 1999–2004). Upaya ini juga dilakukan secara paralel oleh tim pemekaran dari Labuhanbatu bagian utara.

Perjuangan panjang dari tahun 2002 hingga 2007 inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya Kabupaten Labuhanbatu Selatan sebagai daerah otonom. Proses ini mencerminkan semangat kolektif dan tekad kuat masyarakat untuk membangun daerah yang lebih mandiri dan maju.

Facebook Comments Box

Penulis : Mirwan Hasibuan

Editor : Sukadi

Sumber Berita: Sejarah Awal Pemekaran Kabupaten Labuhanbatu: Peran Putra-Putri Daerah dari Medan dan Jakarta

Berita Terkait

2.678 Personel Dikerahkan, Kapolda NTB Pimpin Apel Ops Mandalika Rinjani 2026 Amankan MotoGP
LSM KCBI Soroti Anak Lumpuh Enam Tahun di Bogor, Dugaan Pungutan Rp1,5 Juta untuk Pengurusan BPJS Disorot 
Pendampingan Psikologi dan Aksi Humanis Warnai Tugas Satgas Ops Damai Cartenz di Sinak
HUT Polantas ke-71, Satlantas Polres Labusel Hadirkan Semangat Kepedulian Lewat Donor Darah
Kapolri Apresiasi Buruh Dorong Desk Ketenagakerjaan Polri Masuk RUU Ketenagakerjaan
Delapan Bulan Bersama Warga, Satgas Ops Damai Cartenz Tinggalkan Kesan Kekeluargaan di Kiwirok
Berikan Dukungan Psikologis, Satgas Damai Cartenz Ajak Anak-anak SD Inpres Kago Bermain dan Belajar Bersama
HUT ke-57 IPK Labusel Tak Sekadar Seremonial, Ratusan Anak Yatim Dapat Santunan
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:07 WIB

2.678 Personel Dikerahkan, Kapolda NTB Pimpin Apel Ops Mandalika Rinjani 2026 Amankan MotoGP

Rabu, 23 September 2026 - 12:24 WIB

LSM KCBI Soroti Anak Lumpuh Enam Tahun di Bogor, Dugaan Pungutan Rp1,5 Juta untuk Pengurusan BPJS Disorot 

Senin, 21 September 2026 - 10:41 WIB

Pendampingan Psikologi dan Aksi Humanis Warnai Tugas Satgas Ops Damai Cartenz di Sinak

Rabu, 16 September 2026 - 18:00 WIB

HUT Polantas ke-71, Satlantas Polres Labusel Hadirkan Semangat Kepedulian Lewat Donor Darah

Senin, 14 September 2026 - 18:42 WIB

Kapolri Apresiasi Buruh Dorong Desk Ketenagakerjaan Polri Masuk RUU Ketenagakerjaan

Berita Terbaru