Global Exspos TV Kabupaten Labuhanbatu – Warga Desa Afd N2 Aek Nabara, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, meminta agar Kepala Sekolah SD Negeri 40 N2 Aek Nabara dengan inisial M, S.Pd dicopot dari jabatannya. Pasalnya, M diduga telah melakukan sejumlah pelanggaran, termasuk tidak membayar gaji penjaga sekolah dan guru honorer.
Salah satu warga menyebutkan bahwa gaji penjaga sekolah atas nama Ponirin belum dibayarkan hingga saat ini, meskipun dana operasional sekolah (BOS) telah dicairkan. Tidak hanya itu, seorang guru honorer berinisial D juga mengaku hanya menerima gaji selama satu bulan, sementara haknya belum dilunasi hingga kini.
“Padahal dananya sudah diambil dari dana BOS oleh Kepala Sekolah, tapi gaji guru dan penjaga sekolah belum dibayar. Ini sudah sangat keterlaluan,” ungkap seorang guru honorer yang sudah tidak lagi mengajar di sekolah tersebut.
Tak hanya soal gaji, warga juga mengungkapkan bahwa kantor sekolah kerap digunakan untuk kegiatan bisnis pribadi oleh oknum tertentu yang dekat dengan kepala sekolah. Hal ini dianggap tidak etis dan merugikan lingkungan sekolah.
“Penjualan makanan dan barang lainnya di lingkungan sekolah hanya diperbolehkan untuk kalangan mereka sendiri. Sementara warga yang berjualan di pinggir sekolah tidak diberi izin,” ujar seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya.
Lebih lanjut, warga juga menuding bahwa pembelian token listrik sekolah tidak menggunakan dana BOS sebagaimana mestinya, melainkan diambil dari hasil penjualan kelapa sawit yang ada di sekitar area sekolah.
“Padahal di dalam anggaran BOS sudah ada dana untuk listrik. Tapi justru digunakan untuk kepentingan pribadi. Dana BOS diduga dimakan habis tanpa pertanggungjawaban yang jelas,” tambahnya.
Dalam wawancara yang dilakukan pada Senin, 28 Juli 2025 pukul 09.30 WIB, salah satu warga juga mengkritik keputusan kepala sekolah yang memasukkan dua guru honorer baru, yang diduga belum memiliki gelar sarjana dan merupakan kerabatnya.
“Guru honor lama tidak digaji, tapi yang baru malah dimasukkan. Jangan-jangan mereka belum punya kualifikasi yang layak. Ini sudah sangat mencurigakan,” ujar U, warga berusia 40 tahun.
Ia juga menambahkan bahwa kepala sekolah sering mengutang barang jualan kepada siswa jika dagangannya tidak laku, yang menurutnya sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang pemimpin pendidikan.
Atas berbagai dugaan pelanggaran tersebut, warga mendesak Kepala Dinas Pendidikan Labuhanbatu, Abdi Pohan, serta Bupati Labuhanbatu, Maya Hasmita, Sp.OG, MKM agar segera mengambil tindakan tegas terhadap Kepala Sekolah SD Negeri 40 N2 Aek Nabara.
“Kami warga siap melakukan aksi demo ke Kantor DPRD Labuhanbatu, Kantor Bupati, Polres Labuhanbatu, hingga Dinas Pendidikan jika tidak ada tindak lanjut. Masalah ini sudah meresahkan masyarakat dan mencoreng dunia pendidikan di Labuhanbatu,” tegas warga.
Penulis : Daud Rinaldy Rangkuty
Editor : Sukadi
Sumber Berita: Warga Desak Copot Kepsek SDN 40 N2 Aek Nabara, Diduga Tilep Gaji Penjaga Sekolah dan Guru Honorer












