80 Tahun Merdeka, Penindasan Didugs Masih Hidup! Honor Penjaga Sekolah Raib di Dinas Pendidikan Labuhanbatu

Senin, 18 Agustus 2025 - 21:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket photo : Rumah Penjaga Sekolah.

Global Expose TV Kabupaten Labuhanbatu – Ironis! Sudah delapan dekade Indonesia merdeka, namun praktik penindasan dan aroma busuk KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme) masih tercium menyengat dari tubuh Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara. Kasus paling telanjang terjadi di SD Negeri 40 Bilah Hulu, Desa N2 Kecamatan Bilah Hulu.

Seorang penjaga sekolah bernama P. Saragih, yang telah mengabdi sejak 2022, mengaku honornya kerap raib entah ke mana. Kepada wartawan, ia menuturkan getirnya nasib sebagai tenaga honorer yang hanya dijanjikan Rp500 ribu per bulan.

> “Sejak 2022 saya menjaga sekolah, tapi gaji sering tidak dibayar. Tahun 2024 kemarin hanya dua bulan saja saya terima, selebihnya kosong sampai sekarang. Saya bingung mau mengadu ke mana lagi,” keluh Saragih dengan wajah pasrah, Senin (18/8/2025).

Saragih menambahkan, dirinya berharap Dinas Pendidikan Labuhanbatu tidak menutup mata. “Tolonglah, jangan diam saja. Saya hanya minta hak saya, bukan minta lebih,” ujarnya.

Kepsek “Khilaf” Tahan Gaji: Ironisnya, kasus serupa sebelumnya juga sempat viral. Kepala Sekolah SDN 40 Bilah Hulu, Musliana, diduga menahan gaji dua guru honorer. Saat dimintai penjelasan, ia hanya berkilah singkat:

“Saya khilaf, Pak. Namanya juga manusia,” katanya enteng, seolah gaji pegawai bisa ditahan sesuka hati.

Pernyataan ini memicu amarah publik. Bagaimana mungkin seorang kepala sekolah dengan mudah menganggap penahanan hak pegawai hanyalah “khilaf”?

Dinas Pendidikan Diminta Jangan Cuci Tangan: Kasus ini menambah daftar hitam dugaan praktik semena-mena di jajaran pendidikan Labuhanbatu. Publik mendesak Plt Kepala Dinas Pendidikan Labuhanbatu untuk turun tangan, bukan malah cuci tangan.

Sampai berita ini diturunkan, baik pihak Dinas Pendidikan maupun Kepala Sekolah Musliana belum memberikan tanggapan resmi.

Pertanyaannya, apakah merdeka hanya slogan jika rakyat kecil seperti penjaga sekolah masih dipermainkan haknya?

Facebook Comments Box

Penulis : Daud Rinaldy Rangkuty

Editor : Sukadi

Sumber Berita: Ket photo : Rumah Penjaga Sekolah.

Berita Terkait

Penggerebekan di Sejumlah Lokasi Diduga Transaksi Narkoba, Polisi Kerap Pulang Tanpa Tangkapan
Dua Tahun Belakangan, Silangkitang Sepi dari Pemberitaan Peredaran Narkotika
Dugaan Peredaran Sabu di Pajak Hongkong dan Aek Matio Disorot, Polisi Diminta Jangan Diam dan Turun ke Lokasi
Brimob Polda Metro Jaya Amankan Empat Remaja dan 13 Klip Diduga Ganja di Jakut
Diduga Transaksi Sabu Terang-terangan di Pardamean, Ada Apa dengan Polres Labuhanbatu?
Polsek Kampung Rakyat tidak Tanggung Tanggung Ringkus Pemuda di Perkebunan Sawit l1,95 Gram Sabu Diamankan
Satresnarkoba Polres Labusel Ringkus J di Kampung Raja, Diduga Terlibat Narkotika
Dugaan Peredaran Sabu di Negeri Lama Disorot, Nama Doni, Topik, Balga dan Inisial DL Disebut Warga
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 23:54 WIB

Penggerebekan di Sejumlah Lokasi Diduga Transaksi Narkoba, Polisi Kerap Pulang Tanpa Tangkapan

Jumat, 18 September 2026 - 14:04 WIB

Dua Tahun Belakangan, Silangkitang Sepi dari Pemberitaan Peredaran Narkotika

Sabtu, 12 September 2026 - 21:34 WIB

Dugaan Peredaran Sabu di Pajak Hongkong dan Aek Matio Disorot, Polisi Diminta Jangan Diam dan Turun ke Lokasi

Kamis, 10 September 2026 - 17:54 WIB

Brimob Polda Metro Jaya Amankan Empat Remaja dan 13 Klip Diduga Ganja di Jakut

Kamis, 10 September 2026 - 08:24 WIB

Diduga Transaksi Sabu Terang-terangan di Pardamean, Ada Apa dengan Polres Labuhanbatu?

Berita Terbaru