Global Expose TV Kabupaten Probolinggo,Jawa Timur – 27 November 2025. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mencanangkan Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas (GEMAPATAS) 2025, yang digelar serentak di seluruh wilayah Jawa Timur, Jumat (10/11/2025). Kegiatan ini menjadi langkah awal terbentuknya Desa Binaan Menuju Jawa Timur Lengkap; Pasang Patok, Anti Cekcok, Anti Caplok.
Acara puncak GEMAPATAS dipusatkan di Kabupaten Gresik dan disiarkan secara berani bersama Kepala Kantor Wilayah BPN Jawa Timur, Asep Heri. Sementara itu, di Kabupaten Probolinggo, kegiatan ini diikuti secara virtual dari Balai Desa Bulu, Kecamatan Kraksaan, yang menjadi lokasi berkumpulnya para peserta untuk mengikuti pencanangan serentak di seluruh Jawa Timur.
Kegiatan di Probolinggo dihadiri oleh 22 kepala desa, Camat Kraksaan, perwakilan dari Kodim 0820 Probolinggo, Unsur MWCNU, serta civitas akademika dari Kampus Nurja dan Unzah. Antusiasme peserta menunjukkan dukungan kuat terhadap gerakan nasional yang mengedepankan partisipasi langsung masyarakat dalam menata batas tanahnya sendiri.
Program GEMAPATAS 2025 memiliki makna penting bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Gerakan ini bertujuan memberikan kepastian batas bidang tanah agar masyarakat terhindar dari potensi konflik lahan (anti cekcok, anti caplok), sekaligus mendorong investasi dan mengizinkan tata ruang wilayah. Masih banyak bidang tanah yang belum memiliki patok batas yang jelas, bahkan ada yang belum terdaftar secara resmi, sehingga menjadi kendala dalam pembangunan dan penataan ruang daerah.
Melalui GEMAPATAS, masyarakat diajak memasang patok tanahnya sendiri dengan pendampingan dari petugas BPN. Gerakan ini juga menjadi bagian dari transformasi digitalisasi pertanahan nasional menuju penerapan sertifikat tanah elektronik (SHM elektronik). Dengan batas bidang yang jelas dan data spasial yang akurat, pemerintah daerah dapat menata ruang dengan lebih tertib, transparan, dan berbasis data lapangan.
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Probolinggo, Agus susmiyanto menyampaikan bahwa, keberhasilan GEMAPATAS sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. “Ketika batas tanah sudah jelas, masyarakat tenang, pemerintah mudah menata wilayah, dan investor tidak ragu untuk masuk,” ujarnya.
Sementara itu, Kakanwil BPN Jawa Timur Asep Heri menjelaskan bahwa GEMAPATAS merupakan langkah awal untuk mewujudkan Jawa Timur Menuju Lengkap. Ia menyebutkan, hingga pertengahan tahun 2025, BPN Jawa Timur menargetkan seluruh bidang tanah di provinsi ini memiliki patok batas dan peta bidang yang jelas.
“GEMAPATAS ini adalah cikal bakal mengurus masyarakat secara utuh bersama pemerintah daerah. Dari total 5,2 juta bidang tanah di Jawa Timur, semuanya akan dipasang patok, diukur, dan dipetakan dari tingkat desa, kecamatan, hingga provinsi,” ujar Asep Heri.
Ia menambahkan, data hasil GEMAPATAS akan menjadi dasar perencanaan tata ruang wilayah, mulai dari kawasan pertanian, industri, perumahan hingga perkantoran. “Peta ini akan menjadi kendali dan pengendalian pembangunan daerah, termasuk dalam pemetaan aset wakaf, sarana ibadah, hingga rencana jalan dan infrastruktur jangka panjang,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Asep Heri juga memberikan target sertifikasi tanah untuk masyarakat Jawa Timur.
“Kita ingin pada bulan Juni seluruh 513 ribu sertifikat terselesaikan. Setelah itu, pada Juli nanti kita akan meminta tambahan target 500 ribu sertifikat untuk rakyat. Kasihan masyarakat kalau kesempatan ini tertutup, karena program PTSL ini adalah momentum kemudahan bagi mereka untuk mendapatkan legalitas tanahnya,” ungkapnya.
Ia menegaskan, gerakan GEMAPATAS dan program PTSL sejalan dengan Asta Cita poin ke-6 Presiden Prabowo Subianto, yaitu pembangunan dimulai dari desa.
“Desa adalah ujung tombak pembangunan nasional. Dengan basis data bidang yang detail, Jawa Timur akan menjadi provinsi yang tertib, maju, dan berdaya saing,” tandasnya.
Penulis : Abdul Hadi
Editor : Sukadi
Sumber Berita: Kabupaten Probolinggo ikuti GEMAPATAS 2025 Langkah Awal wujudkan batas Tanah yang jelas menjadi Jawa Timur yang tertib dan maju












