Guru PAUD dan TK di Picung Keluhkan Dugaan Pemotongan Dana BOP 3 Persen, Penilik Kecamatan Disorot ‎ ‎

Senin, 9 Februari 2026 - 10:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expose TV Kabupaten Pandeglang, Banten  Senin, 9 Februari 2026  Sejumlah dewan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) di Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang, Banten, menyatakan keberatan atas dugaan adanya pemotongan Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) sebesar 3 persen pada setiap kali pencairan.

Para guru menuturkan, praktik pemotongan tersebut diduga telah berlangsung berulang kali dan dilakukan oleh oknum penilik di tingkat kecamatan. Padahal, sesuai ketentuan, dana BOP seharusnya diterima secara utuh oleh satuan pendidikan dan dimanfaatkan sepenuhnya untuk menunjang operasional serta peningkatan mutu layanan pendidikan anak usia dini

Setiap pencairan selalu ada potongan 3 persen. Ini sangat memberatkan kami, karena dana BOP jumlahnya terbatas dan sangat dibutuhkan untuk kebutuhan operasional PAUD dan TK,” ungkap salah seorang guru PAUD di Kecamatan Picung yang meminta identitasnya dirahasiakan.

‎Para guru juga mengungkapkan bahwa pemotongan tersebut tidak disertai dengan dasar hukum yang jelas maupun surat resmi, sehingga menimbulkan keresahan di kalangan tenaga pendidik. Kondisi ini memunculkan dugaan adanya penyalahgunaan kewenangan oleh oknum tertentu.

‎Dewan guru PAUD dan TK di Kecamatan Picung berharap Pemerintah Kabupaten Pandeglang, khususnya Dinas Pendidikan, serta aparat penegak hukum dapat segera turun tangan untuk mengusut dugaan pemotongan dana BOP tersebut secara transparan dan objektif.

Selain itu, mereka juga meminta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk melakukan evaluasi menyeluruh serta memperketat pengawasan terhadap pengelolaan dana BOP di daerah.

“Dana BOP ini diperuntukkan bagi kepentingan anak-anak dan keberlangsungan pendidikan usia dini, bukan untuk kepentingan pribadi oknum tertentu,” tegas salah satu perwakilan guru.

‎Hingga berita ini diturunkan, pihak penilik kecamatan maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pemotongan dana BOP tersebut.

Facebook Comments Box

Penulis : Oman

Editor : Iwan Gejes

Sumber Berita: Picung Pandeglang Banten

Berita Terkait

GMNI Cilegon Mengecam Tindakan dugaan Kekerasan terhadap kader GMNI Pandeglang dan Siap Membersamai Gerakan Solidaritas
Anggota DPRD Pandeglang Eriyanto S.Si., M.M. Ucapkan Dirgahayu TNI ke-81, 5 Oktober 2026
GMNI Pandeglang Murka, Anggota Diduga Dipukul Aparat Saat Aksi HUT Banten: Siap Geruduk Polda Banten
P3B Soroti Dugaan Fee 20–25 Persen dan Pengkondisian Rekanan dalam Program Revitalisasi SMA/SMK
Monev Banprov Desa Ciodeng tim kecamatan cek fisik pembangunan paving block
Proyek Huntap di Kecamatan Sumur Disorot, Pelaksana Akui Pondasi Tanpa Hamparan Pasir
Rakorwil Gema Bangsa Banten, Ahmad Rofiq Dorong Politik Berbasis Daerah dan Kemandirian Bangsa
Rakorwil Gema Bangsa Banten Tetapkan Ahmad Yani, Dorong Desentralisasi Politik dan Kemandirian Kader
Berita ini 146 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:04 WIB

GMNI Cilegon Mengecam Tindakan dugaan Kekerasan terhadap kader GMNI Pandeglang dan Siap Membersamai Gerakan Solidaritas

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Anggota DPRD Pandeglang Eriyanto S.Si., M.M. Ucapkan Dirgahayu TNI ke-81, 5 Oktober 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:52 WIB

GMNI Pandeglang Murka, Anggota Diduga Dipukul Aparat Saat Aksi HUT Banten: Siap Geruduk Polda Banten

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:03 WIB

P3B Soroti Dugaan Fee 20–25 Persen dan Pengkondisian Rekanan dalam Program Revitalisasi SMA/SMK

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:18 WIB

Monev Banprov Desa Ciodeng tim kecamatan cek fisik pembangunan paving block

Berita Terbaru