Jembatan Penghubung di Desa Mekarsari Nyaris Ambruk, Warga Minta Pemerintah Segera Bertindak

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expose TV – Kabupaten Pandeglang, Banten 15 Mei 2026. Kondisi jembatan penghubung di Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, kini memprihatinkan dan dikeluhkan masyarakat. Jembatan yang menjadi akses vital penghubung sejumlah wilayah seperti Sobang Sempur, Cijango, Lame, Geundir hingga Rorahkarang itu dilaporkan nyaris ambruk dan dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Kerusakan jembatan yang semakin parah menimbulkan kekhawatiran mendalam bagi warga setempat. Hingga pertengahan Mei 2026, masyarakat mengaku belum melihat adanya tanda-tanda perbaikan maupun penanganan serius dari pihak berwenang.

Padahal, akses tersebut merupakan jalur utama yang setiap hari digunakan warga untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, sosial, hingga kebutuhan kesehatan masyarakat di beberapa kampung sekitar.

Sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama pun menyampaikan harapan agar pemerintah segera turun tangan sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Salah seorang tokoh agama Kampung Cijango, Sahroni, meminta pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi agar segera merealisasikan pembangunan jembatan tersebut.

“Tolong pemerintah setempat atau pemerintah kabupaten atau pemerintah provinsi, agar segera direalisasikan pembangunan jembatan ini,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Bahrudin, tokoh masyarakat Kampung Lame. Ia menilai kondisi jembatan saat ini sudah sangat mengkhawatirkan dan berpotensi menimbulkan korban jiwa apabila tidak segera diperbaiki.

“Apa harus ada kecelakaan dulu baru jembatan dibangun?” ungkapnya dengan nada penuh harap.

Warga menilai jembatan tersebut merupakan urat nadi transportasi masyarakat di wilayah itu. Jika akses penghubung tersebut sampai terputus akibat ambruk, maka dampaknya akan sangat luas terhadap kehidupan warga, mulai dari terganggunya aktivitas ekonomi, pendidikan anak-anak sekolah, distribusi hasil pertanian, hingga akses masyarakat menuju fasilitas kesehatan.

Masyarakat berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pandeglang segera melakukan survei lapangan dan mengambil langkah cepat untuk penanganan darurat maupun pembangunan permanen.

Selain itu, warga juga meminta Pemerintah Desa Desa Mekarsari agar aktif mendorong usulan pembangunan jembatan tersebut melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) ataupun jalur penanganan darurat apabila kondisi jembatan sudah masuk kategori rawan runtuh.

Masyarakat berharap alokasi anggaran dari APBD Kabupaten Pandeglang maupun bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Banten dapat diprioritaskan untuk pembangunan jembatan tersebut demi mencegah jatuhnya korban jiwa.

Keluhan masyarakat ini menjadi gambaran nyata bahwa infrastruktur di wilayah pelosok masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Warga pun meminta adanya aksi nyata dan langkah cepat sebelum jembatan benar-benar ambruk dan mengisolasi sejumlah kampung di wilayah tersebut.

Bagi masyarakat, keselamatan warga harus menjadi prioritas utama di atas proses birokrasi yang panjang dan berbelit.

Facebook Comments Box

Penulis : Iwan Gejes

Editor : Iwan Gejes

Sumber Berita: Pandeglang Banten

Berita Terkait

GMNI Cilegon Mengecam Tindakan dugaan Kekerasan terhadap kader GMNI Pandeglang dan Siap Membersamai Gerakan Solidaritas
Anggota DPRD Pandeglang Eriyanto S.Si., M.M. Ucapkan Dirgahayu TNI ke-81, 5 Oktober 2026
GMNI Pandeglang Murka, Anggota Diduga Dipukul Aparat Saat Aksi HUT Banten: Siap Geruduk Polda Banten
P3B Soroti Dugaan Fee 20–25 Persen dan Pengkondisian Rekanan dalam Program Revitalisasi SMA/SMK
Monev Banprov Desa Ciodeng tim kecamatan cek fisik pembangunan paving block
Proyek Huntap di Kecamatan Sumur Disorot, Pelaksana Akui Pondasi Tanpa Hamparan Pasir
Rakorwil Gema Bangsa Banten, Ahmad Rofiq Dorong Politik Berbasis Daerah dan Kemandirian Bangsa
Rakorwil Gema Bangsa Banten Tetapkan Ahmad Yani, Dorong Desentralisasi Politik dan Kemandirian Kader
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:04 WIB

GMNI Cilegon Mengecam Tindakan dugaan Kekerasan terhadap kader GMNI Pandeglang dan Siap Membersamai Gerakan Solidaritas

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Anggota DPRD Pandeglang Eriyanto S.Si., M.M. Ucapkan Dirgahayu TNI ke-81, 5 Oktober 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:52 WIB

GMNI Pandeglang Murka, Anggota Diduga Dipukul Aparat Saat Aksi HUT Banten: Siap Geruduk Polda Banten

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:03 WIB

P3B Soroti Dugaan Fee 20–25 Persen dan Pengkondisian Rekanan dalam Program Revitalisasi SMA/SMK

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:18 WIB

Monev Banprov Desa Ciodeng tim kecamatan cek fisik pembangunan paving block

Berita Terbaru