Korban Dan Pelaku Bullying SMAN 1 Sukamakmur Putus Sekolah Pemerintah Harus Cari Solusi

Senin, 10 Februari 2025 - 05:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expise TV Kabupaten Bogor – Meski sudah damai Kasus bullying pelajar Sekolah Menengah Atas (SMM) Negeri 1 Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor provinsi Jawa Barat meninggalkan persoalan baru

Diketahui kejadian tersebut sempat viral di media sosial beberapa Minggu lalu, menunjukkan korban berinisial JL (14) yang merupakan warga Kampung Jogjogan Desa Warga Jaya Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor mendapatkan sejumlah kekerasan verbal dari 4 orang pelaku yang merupakan teman sekolahnya dan saat ini sudah damai

Ibu korban Ilah mengatakan bahwa korban merupakan murid kelas 10 SMAN 1 Sukamakmur, pasca insiden Bullying sudah tidak sekolah alias Putus Sekolah meskipun sudah damai

“Pasca insiden kemarin udah gak sekolah lagi pak saya tarik keluar dari sekolah”, ujarnya kepada wartawan Sabtu malam saat ditemui dirumahnya (8/2/2025)

Ilah menjelaskan alasan kenapa anaknya ditarik dari sekolah karena tidak ada biaya dan juga khawatir ada dendam dari para pelaku sehingga terjadi lagi.

“Gak ada biaya pak buat biaya sehari -hari, Bapaknya tidak ngasih uang dan saya sudah lama pisah dengan bapaknya, Saya juga tidak punya penghasilan masih punya anak kecil, dan juga saya takut para pelaku dendam nanti anak saya diapa-apain lagi ama mereka”, jelasnya

Lanjutnya ia dapat kabar bahwa Empat (4) orang pelaku juga sudah dikeluarkan dari sekolah dan Tiga (3)orang sudah bersekolah ditempat yang baru sementara 1 orang lagi diduga tidak bisa sekolah karena belum ada sekolah yang mau menerimanya.

“Saya dapat informasi tiga pelaku udh pada sekolah ditempat yang baru, karena sudah dikeluarkan dari sekolah yang lama, Namun satu lagi belum bisa sekolah karena belum ada sekolah yang mau menerimanya”, ucapnya.

Ibu korban berharap ada ukuran tangan dari Dermawan dan juga pemerintah sehingga bisa membantu mencari solusi permasalahan ini.

“Semoga ada Dermawan yang mau membantu dan juga semoga pemerintah bisa turun tangan untuk hal ini”, Harapnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Hotma Tumangger

Editor : Sukadi

Sumber Berita: Korban Dan Pelaku Bullying SMAN 1 Sukamakmur Putus Sekolah Pemerintah Harus Cari Solusi

Berita Terkait

2.678 Personel Dikerahkan, Kapolda NTB Pimpin Apel Ops Mandalika Rinjani 2026 Amankan MotoGP
LSM KCBI Soroti Anak Lumpuh Enam Tahun di Bogor, Dugaan Pungutan Rp1,5 Juta untuk Pengurusan BPJS Disorot 
Pendampingan Psikologi dan Aksi Humanis Warnai Tugas Satgas Ops Damai Cartenz di Sinak
Kedan Prabo 08 Laporkan Dugaan Penelantaran PMI di Singapura ke KP2MI, P3MI PT DAM Diminta Bertanggung Jawab 
Kapolri Apresiasi Buruh Dorong Desk Ketenagakerjaan Polri Masuk RUU Ketenagakerjaan
Delapan Bulan Bersama Warga, Satgas Ops Damai Cartenz Tinggalkan Kesan Kekeluargaan di Kiwirok
Berikan Dukungan Psikologis, Satgas Damai Cartenz Ajak Anak-anak SD Inpres Kago Bermain dan Belajar Bersama
Patroli Jalan Kaki di Distrik Muara, Personel Damai Cartenz Sapa dan Berbagi dengan Warga
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:07 WIB

2.678 Personel Dikerahkan, Kapolda NTB Pimpin Apel Ops Mandalika Rinjani 2026 Amankan MotoGP

Rabu, 23 September 2026 - 12:24 WIB

LSM KCBI Soroti Anak Lumpuh Enam Tahun di Bogor, Dugaan Pungutan Rp1,5 Juta untuk Pengurusan BPJS Disorot 

Senin, 21 September 2026 - 10:41 WIB

Pendampingan Psikologi dan Aksi Humanis Warnai Tugas Satgas Ops Damai Cartenz di Sinak

Kamis, 17 September 2026 - 13:09 WIB

Kedan Prabo 08 Laporkan Dugaan Penelantaran PMI di Singapura ke KP2MI, P3MI PT DAM Diminta Bertanggung Jawab 

Senin, 14 September 2026 - 18:42 WIB

Kapolri Apresiasi Buruh Dorong Desk Ketenagakerjaan Polri Masuk RUU Ketenagakerjaan

Berita Terbaru