Tercium Aroma Busuk Sekolah SMK Negeri 1 Banyuanyar di duga jadi ajang bisnis jual beli kain seragam Tim Pakopak Sangat Murka

Kamis, 20 November 2025 - 13:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Global Expose TV Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur – Kamis 20 November 2025. Dugaan praktik jual beli kain seragam di SMK Negeri 1 Banyuanyar, Probolinggo, Jawa Timur, kembali memicu kontroversi dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua siswa. Wali murid mengungkapkan bahwa siswa baru dan lama di haruskan membeli kain seragam sebanyak 4 stel dengan harga sekitar Rp 900.000 untuk laki-laki dan Rp 1.000.000 untuk perempuan. Mereka juga bisa menyicil selama tiga bulan, namun dengan minimal 1 seragam.

Praktik ini dinilai tidak adil dan memberatkan orang tua siswa, terutama mereka yang memiliki kemampuan ekonomi terbatas. Yang jahit ya kami sendiri yang bayar,” ujar seorang wali murid dengan nada kekhawatiran,ungkapnya.

Ketua Projamin Kabupaten Probolinggo, Budi Harianto, yang tergabung dalam komunitas Pakopak, menyatakan bahwa praktik jual beli kain seragam ini melanggar aturan dan harus dihentikan segera. Menurutnya, pengadaan seragam adalah tanggung jawab orang tua, seperti yang diatur dalam Pasal 181 dan 198 PP Nomor 17 Tahun 2010 dan Permendikbud Nomor 50 Tahun 2022,pungkasnya.

“Dalam pasal 181 dan 198 PP Nomor 17 tahun 2010 dan Permendikbud nomor 50 tahun 2022, menyatakan pengadaan seragam adalah tanggung jawab orang tua. Maka oknum penjual kain seragam di lingkup SMK Negeri 1 Banyuanyar dapat di laporkan ke dinas terkait dan ke Ombudsman,” tegas Budi Harianto dengan nada lantang.

Saat dikonfirmasi, bagian Tata Usaha (TU) SMK Negeri 1 Banyuanyar, VN, menyangkal adanya praktik jual beli kain seragam. “Tidak benar informasi tersebut,” jawab VN singkat. Namun, ketika diminta klarifikasi lebih lanjut, VN enggan menjawab.

Kepala SMK Negeri 1 Banyuanyar, HS, juga tidak merespons konfirmasi melalui WhatsApp, sehingga menimbulkan spekulasi dan kekhawatiran di kalangan orang tua siswa.

Dugaan ini menambah daftar kontroversi di SMK Negeri 1 Banyuanyar, setelah sebelumnya oknum kepala sekolah diduga terlibat dalam pengadaan prabot (kursi dan meja) yang tidak sesuai spesifikasi dan dugaan penahanan KTP mantan pekerja.

Facebook Comments Box

Penulis : Abdul Hadi

Editor : Sukadi

Sumber Berita: Tercium Aroma Busuk Sekolah SMK Negeri 1 Banyuanyar di duga jadi ajang bisnis jual beli kain seragam Tim Pakopak Sangat Murka

Berita Terkait

Personel Terbatas, Tantangan Besar: Kapolres Probolinggo Rangkul PKDI Kawal Pilkades Serentak 2027
Kompak Dan Bugar, Polres Probolinggo Gelar Olahraga Bersama di HUT Lantas Ke – 71
Kapolres Probolinggo Kunjungi PLTU Paiton:Keamanan Obvitnas Tanggung Jawab Bersama
Ribuan Warga Tiris Padati Kadisah Wujud Syukur Di Momen Maulid Nabi Muhammad SAW
Warga Risih dan Pengendara Terganggu, Dump Truck Tronton Lalu Lalang di Jalan Kelas lll Berdampak Pada Kerusakan Jalan
VIRAL…!!! Penangkapan Oknum KADES Ranugedang Oleh Anggota POLRES Probolinggo Bersama 4 Orang lainnya di duga Pakai Narkoba
Selamat Dan sukses Atas terpilihnya Samsudin,SH sebagai presiden LSM LIRA 2027 – 2032
Pengukuhan dan Pelantikan Ketua Serta Pengurus TP PKK Desa Bulang
Berita ini 190 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 17:59 WIB

Personel Terbatas, Tantangan Besar: Kapolres Probolinggo Rangkul PKDI Kawal Pilkades Serentak 2027

Jumat, 18 September 2026 - 13:54 WIB

Kompak Dan Bugar, Polres Probolinggo Gelar Olahraga Bersama di HUT Lantas Ke – 71

Jumat, 11 September 2026 - 12:18 WIB

Kapolres Probolinggo Kunjungi PLTU Paiton:Keamanan Obvitnas Tanggung Jawab Bersama

Selasa, 1 September 2026 - 19:22 WIB

Ribuan Warga Tiris Padati Kadisah Wujud Syukur Di Momen Maulid Nabi Muhammad SAW

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:42 WIB

Warga Risih dan Pengendara Terganggu, Dump Truck Tronton Lalu Lalang di Jalan Kelas lll Berdampak Pada Kerusakan Jalan

Berita Terbaru