
Global Expose TV Kabupaten Indramayu – Aksi pengeroyokan yang dialami Hermanto, pada saat itu dijalan dekat warung kopi Desa Panyingkiran Lor, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu, pada minggu malam (12/11/2023) sekitar pukul 22.00 WIB.

Hermanto mengaku, saat itu ia dihubungi oleh DL yang sedang nongkrong di warung kopi bersama teman-temannya, yakni, NT, SWT, WSN dan kawan-kawan lainnya, serta TSM orang tua pemilik warung, menjelaskan bahwa ada preman kampung kurang lebih 6 orang yang sedang mabok mendatangi warung tempat ia nongkrong mengamuk serta melempar bangku kayu ke arah WSN.

“Saat itu saya langsung bergegas menuju lokasi sendirian sembari membawa mangga gincu pesananya SWT. Sesampainya dilokasi, saya berkata kepada preman tersebut untuk menyelesaikan permasalahan ini kepolsek saja.
tak berapa lama preman kampung itu marah-marah kepada saya, ” kamu siapa, dan apanya WSN,” Ujar Hermanto menirukan umpatan para preman.

Masih menurut Hermanto, Pada saat itu saya mengajak mereka (preman) ke Polsek Cantigi yang tidak jauh dari tempat kejadian guna menyelesaikan permasalahannya, dan mereka pun menyetujui permintaan saya. Namun dijalanan sepi saya malah dikeroyok oleh mereka.
Sementara DL , NT, WSN dan Bapak dari pemilik warung yaitu Bapak TSM dan warga sekitar membenarkan pengeroyokan yang dialami oleh Hermanto, dan terjadi di depan rumahnya DL. Namun korban tak bisa melawan karena pelaku lebih dari satu orang.

Akibat insiden tersebut, Hermanto mengalami sejumlah luka cakar dibagian Lengan, Bahu dan Punggung.
Korban pun akhirnya melaporkan insiden tersebut ke Polres Indramayu didampingi kuasa hukumnya Muhammad Abdul Robbi Subakti, S. H. Dengan nomor Laporan No. LP/B/644/XI/2023/SPKT/POLRES INDRAMAYU/POLDA JAWA BARAT tanggal 14 November 2023 pukul 14.48 WIB.(Danya)











