Global Expose TV Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim-Hari ini kita melaksanakan kegiatan Pentas Seni dan Pelepasan anak kelompok b berjumlah 63 anak, sudah selesai mengikuti kegiatan di taman kanak-kanak itu sebanyak 63 orang dan yang masih sisa itu dari kelompok anak ke kelompok b itu ada 17 anak.
Tema kegiatan hari ini,” Asyiknya bersahabat, bermain dan berkarya di sekolah,” kata Fitrianor Tirta MPd Kepala Sekolah TK Handayani III Desa Girimukti, Kecamatan Penajam, PPU, usai acara pelepasan kelulusan anak anak TK, berlangsung di Obyek Wisata Pantai Tanjung Jumlai Kelurahan Saloloang, Kecamatan Penajam, PPU, Selasa 11 Juni 2024.
Fitrianor menyebutkan, kegiatan hari ini kalau dipikir-pikir tidak ada sekolah yang ketika acara perpisahan biayanya sangat murah selain gegiatan hari ini, dimana kata dia bayarnya cuma Rp35.000 dan itu mandiri, tapi mungkin ada yang bertanya dari mana sisanya kita bisa ambil, dan dari hasil apa, namanya sisa dari uang makan anak-anak, jadi mereka uang mereka tidak dibagi dan masih ada sisanya.
Baju seragam anak-anak ini kemarin market day wali murid, keuntungan dari kegiatan market day itu tidak diambil juga sama wali murid, kemudian pesan baju seragam untukkegiatan hari ini, tahun lalu dengan yang ini ada perbedaan, untuk membedakan dengan tahun lalu adalah temanya, tema kemarin itu adalah berkebhinekaan global, jadi berkebhinekaan global kita rancang kegiatannya.
“Tentang tema tahun kemarin itu sesuai dengan isu pada saat itu, kita memakai semua baju adat, kegiatannya lagu-lagunya apa-apanya itu berkaitan dengan berkebhinnekaan global berkenaan dengan namanya ya bagaimana kita mencintai budaya kita, menghargai budaya kita baik dari pakaian, nyanyian, pelakunya, perbedaannya untuk tahun ini juga yang menjadi pembawa acara adalah anak-anak,” ungkap Fitrianor.
Kemudian tambah dia temanya saat ini berkaitan sama apapun yang ada di sekolah berteman, bermain, berkarya seperti itu, jadi bedanya ada, tema tahun ini yang diangkat itu terkait bagaimana keterkaitnya lebih ke kurikulum yang sekarang, kurikulum merdeka, jadi bagaimana mendidik anak menjadi anak-anak yang bahagia belajar, dan kemudian menjadi anak-anak yang tidak dituntut untuk harus menjadi anak yang harus seperti ini dan itu tapi kita menuntun anak menjadi yang akhirnya menjadi anak yang bahagia.
“Pesan untuk orangtuanya ke depannya yang hari ini anaknya lulus tetaplah bimbing anak-anak dan jangan memaksakan anak, menuntut anak untuk menjadi anak-anak lain, jadikan mereka anak-anak pribadi mereka sendiri, karena mereka belajar berkembang dan berkarya sesuai dengan kebutuhan belajar mereka baik itu dari gaya belajar mereka, minat mereka dan kesiapan mereka dalam belajar, mungkin ada buku kepala sekolah terhadap guru-guru pembimbing seperti apa mungkin ada kekurangan dan kelebihannya, demikian pula untuk guru-guru yang ada di sekolah, namanya sebuah sekolah kan selalu berefleksi, apa yang sudah baik di sekolah yaitu membimbing anak dengan penuh kasih sayang.
“Itu hal yang tetap dipertahankan kalau perlu ditingkatkan, kemudian hal yang perlu kita perbaiki adalah ketika mengajar sesuaikan dengan kebutuhan belajar mereka jadi persiapkan kegiatan pembelajaran dengan matang sehingga anak-anak itu benar-benar ketika mereka mendapatkan ilmu sesuai dengan kebutuhan belajar mereka,” Ujar Fitrianor Tirta MPd.
Penulis : Iskandar/Edison Jalal
Editor : Sukadi
Sumber Berita: TK Handayani












